Elektabilitas, Kapasitas, dan Finansial Jadi Ukuran – Berita Kota Kendari
Headline

Elektabilitas, Kapasitas, dan Finansial Jadi Ukuran

Hugua

KENDARI, BKK – Bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sultra secara resmi membuka penjaringan bakal calon (Balon) kepala daerah  untuk Pilkada serentak  2018.

Penjaringan balon itu dilakukan secara serentak untuk empat daerah di Sultra yang menggelar pilkada yakni Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sultra, pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bau-bau, serta  pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kolaka dan Konawe.

Ketua DPD PDIP Sultra, Ir Hugua mengatakan, pihaknya sengaja membuka penjaringan bertepatan dengan hari lahir Pancasila. Sebab, Pancasila yang merupakan sebagai dasar negara merupakan pegangan untuk memulai atau pun menjalankan kehidupan bernegara yang baik.

“Kami sengaja menggunakan momentum itu  melakukan pendaftaran secara serentak untuk seluruh balon yang akan melakukan pilkada 2018. Kemarin kami rapat dengan seluruh teman-teman DPC dan kami sudah sampaikan pendaftaran ini akan dibuka sejak tanggal 1 sampai 20 Juni mendatang,” kata Hugua saat ditemui di kediamannya, Rabu (31/5).

Mantan Bupati Wakatobi dua periode ini menjelaskan, dalam melakukan penjaringan, PDIP Sultra selalu terbuka untuk umum. Yang artinya, kata dia, meski dirinya juga digadang-gadang bakal maju bertarung di Pilgub Sultra tetapi dirinya tetap memberikan kesempatan kepada figur  lain yang siap untuk maju.

“PDIP ini merupakan sebuah partai yang menyiapkan sebuah sarana, fasilitas yang menuju pada suatu cita-cita yang besar untuk kesejahteraan masyarakat. Olehnya itu meskipun saya sebagai Ketua DPD tetapi saya harus membuka diri kepada siapa saja,” bebernya.

Ia mengakui, jika penetuan balon itu berdasarkan hasil elektabilitas yang dimilikinya. Namun, semua itu tidak semata-mata hanya berdasarkan elektabilitas dari hasil survei saja melainkan dengan kapasitas kematangan emosional, finansial, mobilitas serta dengan kapasitas cara berpikir.

“Hal itu yang harus dilihat dari masing-masing balon. Pasalnya, seorang pemimpin itu harus paripurna dalam segala hal. Sehingga kita sudah sepakat untuk PDIP dalam melakukan penjaringan itu harus dilakukan secara terbuka,” ujarnya.

Begitupula dengan Pilkada Konawe, sambungnya, meskipun Sektretaris DPD PDIP Sultra, Litanto bakal maju mencalonkan diri, tetapi jika elektabilitasnya rendah dibanding dengan calon lain maka dukungan PDIP bisa saja tidak didapatkannya.

“Memang Litanto itu sudah daftarkan diri untuk maju bertarung dalam Pilkada Konawe, tetapi dia (Litanto, red) juga harus mengalah jika kalau memang ada yang lebih baik dari dirinya,” pungkasnya. (m2/nur)

To Top