Anak di Bawah Umur Dominasi Penyalahgunaan Narkoba di Kendari – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Anak di Bawah Umur Dominasi Penyalahgunaan Narkoba di Kendari

Kasi Rehabilitasi BNN Kota Kendari Dorce Sandra (kiri) merilis data penyalhguna narkoba. (FOTO:KASMAN/BKK)

KENDARI, BKK – Anak di bawah usia 17 tahun mendominasi angka penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan obat berbahaya (narkoba) di Kota Kendari. Bahkan, satu murid sekolah dasar (SD) sudah masuk dalam daftar.

Sepanjang Januari hingga 31 Mei 2017, Bandan Narkotikan Nasional (BNN) Kota Kendari telah merehabilitasi sebanyak 53 orang penyalahguna.

Dari jumlah itu, 32 orang penyalahguna narkoba masih berusia kurang dari 17 tahun.

Kemudian, penyalahguna berusia 18 sampai 25 tahun berjumlah sembilan orang, 25 sampai 40 ada 11 orang, dan penyalah guna berusia di atas 42 tahun berjumlah dua orang.

Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Kendari Dorce Sandra mengungkapkan, 53 penyalahguna tersebut terjaring dari hasil razia empat orang serta penyalahguna yang datang melaporkan diri sendiri dan meminta direhabilitasi sebanyak 49 orang.

“Ada yang datang melapor atas keinginan sendiri dan ada hasil razia tapi barang bukti tidak ada. Data pelalahguna 53 orang, yang datang April 2 orang sedangkan Mei 9 orang. Januari sampai Maret cukup banyak, terutama Februari berjumlah 19 orang,” terang Dorce, Rabu (31/5/2017).

Pengguna didominasi laki-laki yakni 43 dan perempuan 10 orang. Sementara, jika dilihat dari tingkat pendidikannya, pengguna lebih banyak pelajar sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) berjumlah 25 orang.

Diikuti, siswa sekolah lanjutan tingkat (SLTA) sebanyak 23 orang, mahasiswa empat orang, dan SD satu orang.

“Sedangkan intuk pengguna narkoba menurut jenis pekerjaannya yaitu pelajar 30  orang, mahasiswa dua orang, wiraswasta 18 orang, ibu rumah tangga 3 orang, pegawai honorer satu orang, dan tidak bekerja enam orang,” tambahnya.

Doece menyebut, jenis narkoba yang digunakan, sabu-sabu 11 orang, ganja satu orang, somadril 18 orang penyalahguna, tramadol 11 orang, lem fox delapan orang, medusa satu orang, dan pil koplo satu orang.

“Dari 53 penyalahguna, sebanyak 51 kita dilakukan rehabilitasi rawat jalan, sedangkan dua lainnya direhabilitasi rawat inap dan kita kirim di Balai Rehabilitasi Baddoka Makassar,” tuntasnya. (man/iis)

To Top