Banjir Rusak Banyak Infrastruktur Vital Desa – Berita Kota Kendari
Headline

Banjir Rusak Banyak Infrastruktur Vital Desa

HUSAIN-FITRI/BERITA KOTA KENDARI
BANYAK YANG RUSAK. Jembatan yang putus diterjang banjir di Desa Kamosope Kecamatan Pasir Putih Muna. Foto lain memperlihatkan kondisi jembatan penghubung di Kecamatan Wawonii Selatan-Wawonii Tengah, kini terkikis air akibat luapan kali Lampeapi dan terancam roboh.

RAHA, BKK- Hujan lebat yang terus mengguyur beberapa hari terakhir mulai berdampak di sejumlah kabupaten. Selain permukiman warga yang diterjang banjir, sejumlah infrastruktur vital dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Di Muna, derasnya aliran sungai merusak jembatan penghubung di Desa Kamosope, Kecamatan Pasir Putih. Tak hanya itu, terjangan banjir juga menghancurkan instalasi air besih dan merusak jaringan listrik tenaga hidro mikro. Kerugian pun ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Infrastruktur kelistrikan yang rusak membuat Desa Kamosope kini gelap gulita. Hal itu diperparah dengan tercemarnya air bersih karena tergenangi banjir,

Kades Kamosope, Samaruddin yang dihubungi, Senin (29/5) menjelaskan, jembatan yang rusak itu merupakan akses jalan penghubung antardesa. Bahkan ada tiga rumah warga yang juga porak-poranda karena dihantam banjir.

“Aktivitas perekonomian masyarakat di sini benar-benar lumpuh. Karena pasar di sini ada di seberang jembatan yang putus,” kata Samaruddin.

Katanya, kerugian akibat banjir ini ditaksir lebih Rp 500 juta. Rinciannya kerusakan tiga rumah Rp100 juta, jembatan Rp 400 juta dam PLTMH sekitar Rp 200 juta.

Bupati Muna, LM Rusman Emba ikut prihatin dan langsung mendatangi lokasi banjir. Untuk mencapai TKP, Rusman harus menggunakan speedboat dari Raha sekitar 20 menit ke Pelabuhan Pure, kemudian dilanjutkan perjalanan darat sekitar 1 jam.

Sesampainya di Desa Kamosope, Rusman langsung meninjau jembatan yang putus serta infrastruktur lainnya yang mengalami kerusakan. “Kita akan perbaiki jembatan yang rusak. Ada dana cadangan untuk bencana di APBD yang akan kita gunakan untuk memperbaiki semua infrastuktur yang rusak di desa ini. Semuanya jadi tanggung jawab Pemda Muna, termasuk rumah warga yang nyaris hanyut itu ” kata Bupati Muna.

Mengenai jembatan yang rusak, Bupati menduga itu tidak memenuhi syarat konstruksi sehingga langsung rusak begitu diterjang banjir. “Hasil pengamatan kami, memang jembatan ini dibangun tidak memenuhi syarat kontruksi. Jembatan ini dibangun tahun 2011, menggunakan dana block green ” kata Uman, sapaan Rusman Emba.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Muna, La Ode Ikbar Rifai mengatakan pihaknya akan segera memperbaiki jembatan yang putus di Desa Kamosope. “Ada dana cadangan kita Rp 5 M. Kita akan alokasikan Rp 1,5 M untuk memperbaiki jembatan ini. Besok akan kami buat  proposalnya dan RABnya,” katanya.

Pantuan koran ini Bupati Muna didampingi Kabag Humas Pemkab Muna Amifuddin Ako SPd MSi, Kepala KP 3 Pelabuhan Raha Iptu Syafiddin, Kadis Peternakan Ir Yakop MSi, Kepala BPBD Muna La Ode Ikbar Rifai terlihat mandi hujan di TKP. Usai meninjau lokasi banjir, Bupati Muna dan rombongan juga meninjau sungai dan rumah warga di Desa Wakorumba.

Selain Muna, banjir juga merusak banyak infrastruktur penting di Konawe Kepulauan. Dilaporkan tidak kurang tujuh jembatan penghubung jalan Lingkar Wawonii telah terbawa arus banjir.

Kepala Dinas PU Konkep, Israwan Sulpa Dipl. WRD menjelaskan, sampai saat ini ada sebanyak enam jembatan penghubung kecamatan yang dinyatakan hanyut terseret banjir. Empat jembatan di Kecamatan Wawonii Barat, satu jembatan di Wawonii Timur dan satu jembatan di Wawonii Selatan.

“Ada enam jembatan yang roboh dan Kami (PU) hanya bisa menyiasati dengan cara membangun jembatan alternatif dari batang kelapa,” katanya.

Sementara jembatan permanen penghubung Kecamatan Wawonii Selatan-Wawonii Tengah yang membentang kurang lebih 50 meter di sungai Lampeapi juga mulai terkikis banjir. Untuk mengantisipasi terjadinya longsor besar yang akan menyebabkan runtuhnya jembatan di jalan provinsi tersebut, Dinas PU Konkep melakukan penimbunan di salah satu sisi jembatan menggunakan bahan material batu gunung.

“Khawatir jangan sampai rusak parah atau roboh, kita coba lakukan penimbunan pakai batu gunung, memang kemarin waktu kegiatan penimbunan ada sedikit perubahan, tapi informasi baru dari teman-teman di lapangan katanya batu-batu timbunan sudah terkikis lagi,” jelasnya. (r1-cr9/aha)

To Top