Sultra Demo Ingatkan Penyelenggara Jalan Tugas Sesuai Aturan – Berita Kota Kendari
Suksesi

Sultra Demo Ingatkan Penyelenggara Jalan Tugas Sesuai Aturan

Direktur Sultra Demo, Arafat (kanan) bersama Deputi Direktur Bidang Pemilukada, Kiesman M Thalib (tengah) dalam suatu acara.
PSU Pilkada Bombana

KENDARI, BKK – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bombana akan dilaksanan pada 7 Juni 2017. Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Bombana diingatkan agar menjalankan tugas serta kewenangannya sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

Peringatan ini datang dari Deputi Direktur Bidang Pemilukada  Sulawesi Tenggara (Sultra) Demokrasi Monitoring (Demo) Kiesman M Talib SP melalui siaran persnya yang diterima Berita Kota Kendari (BKK), Minggu (28/5).

Menurut dia, agar pelaksanaan PSU jilid II tidak terulang seperti yang terjadi pada Kabupaten Muna, dan tidak terjadi konflik yang merugikan masyarakat Bombana maka diserukan seluruh forum musyawarah pimpinan daerah (Muspida) dan penyelenggara untuk melaksanakan tugas dengan baik dan benar.

“Kami menyerukan agar muspida dan penyelenggara melaksanakan tugas serta kewenangannya sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan tata krama sosial dan kearifan lokal masyarakat Bombana,” ujarnya.

Kiesman menambahkan, Sultra Demo sebagai sala satu lembaga penggiat demokrasi memandang perlu untuk mengingatkan semua pihak agar pelaksanaan PSU 7 Juni 2017 yang bertepatan dengan bulan Ramadan 1438 H, agar pelaksanaannya berjalan secara konstitusional tanpa konflik masyarakat.

Dia menyebutkan, hal pokok yang menjadi seruannya yakni kepada KPU dan Panwaslih serta muspida untuk bekerja dan melaksanakan tugas serta kewenangannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan sehingga proses pemilihan berjalan dengan aman sukses tanpa konflik.

Kemudian, kepada pasangan calon dan tim kampanye untuk mematuhi segala peraturan dan perundang-undangan agar suasana kondusifitas terjaga dengan aman tanpa konflik.

“Marilah kita jadikan pilkada sebagai sarana dan kesempatan untuk memperkokoh bangunan demokrasi dan upaya nyata untuk mewujudkan kebaikan bersama. Hendaknya semua warga negara menyadari hak dan kewajibannya untuk secara bebas menggunakan hak suara mereka,” serunya.

Oleh Karena itu, sambung dia, semua harus berpartisipasi dalam pilkada dengan penuh tanggung jawab berpegang pada nilai-nilai demokrasi.

Lebih lanjut Kiesman mengajak, kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal Pilkada Bombana agar berjalan dengan damai tanpa konflik. Sesuai dengan amanat undang-undang yang berpegang pada asas langsung, umum, bebas, rahasia (Luber) dan Jujur, adil (Jurdil). (man/nur)

To Top