Suksesi

Pengamat: PAN Berpotensi Sulitkan Calon dari Parpol Lain

KENDARI, BKK –  Pengamat komunikasi politik Universitas Halu Oleo (UHO), Muh Najib Husein menilai dalam pemilihan Gubernur (Pilgub) Sultra 2018 mendatang akan tampil antara tiga dan dua pasangan calon (Paslon) kepala daerah.

“Besar Kemungkinan akan lahir tiga paslon. Tetapi seandainya jika adanya salah satu calon mempunyai strategi untuk menutup pintu, maka akan membangun koalisi partai dengan beberapa partai politik (Parpol) lainnya maka bisa terjadi head to head,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon genggamnya, Minggu (28/5).

Salah satu parpol yang dimungkinkan menjalankan strategi untuk menutup pintu dengan membangun koalisi adalah Partai Amanat Nasional (PAN). Partai ini mempunyai peluang untuk tidak memberikan ruang  dan kesempatan bagi calon lain untuk mendapatkan dukungan di Pilgub Sultra nanti.

“Karena memang kursi yang ada di masing-masing parpol itu tidak merata. Diantara seluruh parpol yang ada hanya PAN yang mencukupi kuota sembilan kursi di Dewan Perwakilan rakyat daerah (DPRD) Sultra untuk bisa mengusung salah satu paslon,” jelasnya.

Lelaki yang juga menjadi akademisi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UHO mengungkapkan, jika nantinya figur yang diusung PAN akan ngotot untuk tetap melakukan koalisi dengan partai lainnya maka dipastikan akan sulit bagi partai  untuk mengusung calon.

“Karena strategi itulah yang akan dilakukan semata-mata hanya untuk menutup kesempatan figur lainnya,” sambungnya.

Namun, mengenai pertimbangan Ketua dewan pimpinan daerah (DPD) I Partai Golkar Sultra, Ridwan Bae yang juga akan maju mencalonkan diri untuk ikut bertarung di pilgub nanti tidak bisa dipandang sebelah mata. Terlebih dua figur yang digadang-gadang akan menjadi pasangan wakilnya yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Lukman Abunawas (LA) dan Tina Nur Alam itu merupakan pertimbangan yang sangat matang.

“Pertimbangan Ridwan Bae yang berasal dari kepulauan dalam pecalonannya di Pilgub Sultra nantinya itu dengan didampingi dari daratan itu merupakan pertimbangan yang sangat logis,” ujarnya.

Bila salah satu dari dua figur daratan tersebut berpasangan denga Ridwan Bae, maka menurut Najib, dipastikan akan menjadi pasangan yang  kuat. Tinggal bagaimana menambah partai koalisi untuk memenuhi satu pintu dalam pencalonannya itu.

“Akan menjadi paslon yang sangat diperhitungkan juga jika betul-betul bisa berpasangan. Tetapi yang perlu diingat bahwa Golkar saat ini belum mencukupi kuota untuk mengusung salah satu calon di Pilgub nantinya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, di DPRD Sultra, Golkar hanya memiliki tujuh kursi. Partai berlambang beringin ini masih membutuhkan minimal dua kursi untuk mengusung Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra seghingga harus berkoalisi dengan parpol lain yang juga memiliki kursi legislastif. (m2/nur)

To Top