Beranda

THM dan Penjual Miras Diminta Tidak Beroperasi Sepanjang Ramadan

Ilustrasi

KENDARI, BKK – Tempat hiburan malam (THM) dan penjual minuman keras (miras) diimbau untuk tidak beroperasi atau dilakukan penutupan sementara, selama Ramadan 1438 H. Imbauan dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.

“Sebenarnya masyarakat kita yang ada di Kota Kendari merupakan masyarakat yang multiagama, tentu teman-teman yang nonmuslim tetap melangsungkan hidupnya. Tapi tidak secara terbuka,” kata Alamsyah Lotunani, Jumat (26/5).

Untuk itu, ia berharap kepercayaan agama lain atau nonmuslim bisa menghormati hari penuh berkah bagi umat Islam, supaya bisa menjalankan atau menunaikan ibadah puasa dengan dengan baik.

Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari La Ode Syain Kadir menambahkan, THM bandel yang melanggar ketentuan yang terdapat dalam surat edaran nomor: 300/4545 tentang larangan penyelenggaraan THM dan penjualan minuman beralkohol dalam rangka menghadapi bulan suci ramadan dan hari raya idul fitri 1438 H tahun 2017 akan diberikan sanksi teguran.

“Akan tetapi apabila sanksi teguran itu tidak diindahkannya, maka kami akan melakukan pencabutan izin tempat usahanya selanjutnya ditetapkan dalam peraturan daerah (perda),” tuturnya.

Ia melanjutkan, pihaknya melakukan monitoring dan operasi di tiap-tiap THM, warung makan, dan penjual miras.

“Itu 99 persen mereka sudah melakukan penutupan sementara,” katanya.

“Mereka melakukan penutupan sementara setelah menerima surat edaran. Apalagi surat edaran tersebut kita sudah sampaikan langsung kepada asosiasi mereka selanjutnya asosiasi ini yang melakukan mediasi,” sambungnya.

Sedangkan untuk kafe remang-remang yang terletak di Kendari Beach (Kebi) juga tidak diizinkan untuk menjual minuman beralkohol.

Jika ditemukan, tegas Alamsyah, langsung disita dengan petugas penegak perda yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Tentu kami juga tidak akan diam di tempat. Kami akan melakukan antisipasi agar THM, warung makan, dan penjual miras tidak ada yang bandel atau yang mau mencoba melanggar surat edaran ini. Antisipasi yang akan kami lakukan tentu dengan melakukan sweeping-sweeping dengan intens,” katanya.

Bukan hanya itu, papar dia, pihaknya juga akan membuat tim khusus (timsus) untuk melakukan pengawasan di tempat-tempat yang bisa merusak jalannya bulan Ramadan.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kendari Amir Hasan, mengaku pihaknya sudah melakukan operasi di tempat-tempat hiburan malam, bahkan tempat-tempat karaoke ternyata semua sudah tutup.

“Penutupan sementara ini wajib dilakukan sampai Idulfitri,” katanya. (cr6/iis)

To Top