Ramadhan, Pegawai UHO Berkerja 32.50 Jam Seminggu – Berita Kota Kendari
Beranda

Ramadhan, Pegawai UHO Berkerja 32.50 Jam Seminggu

Kepala Biro Umum dan Kepegawaian UHO, La Ode Rafiudin

KENDARI, BKK- Universitas Halu Oleo (UHO) telah mengeluarkan surat edaran terkait penetapan jam kerja pegawainya selama Ramadan.

Kepala Biro Umum dan Kepegawaian UHO La Ode Rafiudin menerangkan, Jumat (26/5), berdasarkan Surat Edaran (SE) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)  jam kerja pegawai lingkup universitas atau perguruan tinggi sebanyak 32.50 jam per minggu.

“Senin sampai Kamis masuk kerja 07.30 Wita sampai 14.30 Wita. Di mana waktu istirahat 12.00 Wita sampai 12.30 Wita sudah harus kembali kerja lagi. Sementara itu, pada hari Jumat dari 07.30 Wita sampai 15.00 Wita,” paparnya.

“Sedangkan waktu istirahat 11.30 Wita sampai 12.30 Wita. Waktu istirahat di hari Jumat lebih cepat dan lebih lama karena ada waktu Jumatan,” terangnya.

Ia menuturkan, toleransi waktu keterlambatan adalah 60 menit dan wajib diganti pada hari yang sama.
Oleh karena itu, pesan Rafiuddin, ketentuan jam kerja tersebut harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya tanpa terkecuali. Seluruh pegawai harus mematuhi dan menaati peraturan yang telah ditetapkan  tersebut.

“Sesuai dengan ketentuan, siapa pun yang melanggar maka sudah ada sanksi yang menunggu bagi pegawai lingkup UHO yang melanggar. Pokoknya, tidak boleh sesuka hati masuk kerja atau tidak pada bulan ramadhan tersebut,” imbuhnya.

Sanksi yang akan diberikan kepaga pegawai yang melanggar aturan itu, lanjut Rafiuddin, pertama yakni tunjangan kinerjanya akan dikurangi.  Selain itu, ada juga teguran secara lisan dan tertulis.

“Kalau di UHO biasanya kita peringati dulu. Kalau belum sadar juga maka langsung diberi teguran secara tertulis. Untuk pengurangan tunjangan tidak ada tawar-tawar, ketika ada yang melanggar langsung dipotong tunjangan,” tegasnya.

Dia berharap, kepada seluruh pegawai kampus hijau itu agar tetap taat dan tunduk pada aturan. Meskipun ramadhan, jam kerja tetap dijalankan sesuai dengan ketetapan pemerintah.

“Justru di bulan suci ini, kita harus tingkatkan kedisiplinan dan kepatuhan pada aturan. Tidak ada toleransi, sebab semua sudah diatur dalam undang-undang,” pungkasnya. (p12/nur)

To Top