Aktualita

Polres Buton Gelar Sholat Gaib

asmar/bkk
Jajaran Polres Buton Menggelar Sholat gaib di Aula Kantornya, Jumat (26/5).

PASARWAJO, BKK- Jajaran Polres Buton Menggelar Sholat gaib di Aula Kantornya, Jumat (26/5). Sholat gaib yang digelar usai sholat jumat itu dilakukan mengingat tewasnya tiga anggota polri akibat ledakan bom di terminal Kampung Melayu beberapa waktu lalu.

Sholat yang dipimpin langsung Ketua MUI kabupaten Buton, Drs La Jawi itu dihadiri beberapa Muspida dan kepala Daerah Kabupaten Buton induk, La Bakri dan Bupati Buton Selatan, Agus Faisal Hidayat beserta Wakilnya Laode Arusani.

Kapolres Buton, AKBP Andi Herman SIk, mengatakan pelaksanaan sholat gaib tersebut merupakan Bentuk solidaritas dan bela sungkawa Jajaran Polres Buton terhadap tiga anggota polri masing-masing, Bripka Ridho Setiawan, Bripka Taufan Tsunami, Bripka Imam Gilang Adinata yang tewas diperistiwa naas tersebut.

“Mereka meninggal dunia dalam melaksanakan tugas, sehingga sudah menjadi kewajiban kami mendoakan rekan seprofesi kami, insyaallah dengan pelaksanaan sholat gaib ini, kita doakan arwah mereka dapat diterima disisi Allah SWT,” singkatnya.

Ketua MUI, La Jawi menambahkan, pelaksanaan sholat gaib ini penting dilakukan bagi jajaran polres Buton yang telah kehilangan saudaranya. Apalagi mengingat jajaran polres Buton tidak dapat berkunjung langsung ditempat pemakaman.

“Ini menjadi kewajiban mereka (Polres Buton) karena tidak bisa secara langsung menyolatkan ketiga jenazah tersebut, olehnya itu mereka menggantikannya dengan sholat ghaib yang tujuannya sama mendoakan jenaza yang telah kembali kehadapan ALLAH SWT,” tandasnya.

Untuk diketahui, peristiwa ledakan di Kampung Melayu diduga akibat Bom bunuh diri pada rabu (24/5) lalu sekitar pukul 21.00 WIB. Dalam kejadian itu, beberapa aparat kepolisian tengah melakukan pengamanan pawai obor jelang ramadhan, namun sebelum peserta pawai lewat ledakan telah terjadi.

Adapun korban atas kejadian itu, tiga angota Polri meninggal dunia, dan enam luka berat. Sementara korban luka untuk warga sipil tercatat sebanyak lima orang yang terdiri dari mahasiswa, supir kopoja dan karyawan BUMN. (k1/lex)

To Top