Mahasiswa Soroti Pembangunan rumah Sakit Pendidikan UHO Kendari – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Mahasiswa Soroti Pembangunan rumah Sakit Pendidikan UHO Kendari

KBM UHO melakukan kasi unjuk rasa sambil membakar ban di perempatan jalan Eks MTQ Kendari, Jumat (26/5). (FOTO:KASMAN/BKK)

KENDARI, BKK – Puluhan mahasiswa menyoroti pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM-UHO) menduga telah terjadi kecurangan dalam proses pengerjaannya.

Dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan di perempatan jalan depan MTQ Square, Jumat (26/5), mereka menyebut telah terjadi persoalan dalam pembangunan rumah sakit.

Mulai dari manajemen konstruksi, tidak adanya dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), serta adanya mark up anggaran.

“Melalui beberapa kajian bahwa mulai dari manajemen konstruksi tahap satu hingga tiga, sampai dengan pembangunan tahap satu sampai tiga melibatkan 11 kontraktor yang berbeda-beda dalam kurun waktu dua tahun pembangunan rumah sakit,” teriak Jenderal Lapangan, Muh Hazratul Ansar, melalui pengeras suara.

Selain terindikasi merugikan keuangan negara, tambah dia, pembangunannya tanpa disertai dengan Amdal, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

“Apa lagi pembangunan rumah sakit berada dalam kampus UHO sehingga bisa membahayakan mahasiswa,” katanya.

Sementara, Baron menuturkan, sangat banyak persoalan yang terjadi di UHO Kendari selama masa kepemimpinan Profesor Usman Rianse dua periode. Hal ini, dapat merugikan mahasiswa.

Di antaranya, uang kuliah tunggal (UKT), pengelolaan bidik misi, pelaksanaan wisuda, mahasiswa ilegal, hinggak dugaan korupsi. Dan, dalam waktu dekat akan melaporkan secara resmi kasus-kasus tersebut ke aparat penegak hukum.

“Tangkap dan periksa Usman Rianse dan oknum yang diduga terlibat lainnya. Kami dirugikan dan tertindas dengan berbagai masalah yang ada di UHO,” seru Baron yang juga mengaku sebagai keluarga Prof Usman Rianse.

Dalam aksi unjuk rasa ini mereka menuntut, penghentian pengerjaan konstruksi rumah sakit, meminta Polda Sultra melakukan penyelidikan, memeriksa kuasa pengguna anggaran (KPA) serta melakukan peninjauan kembali pembangunan rumah sakit, dan menunjukan seluruh data proses menejemen konstruksi. (man/iis)

To Top