Kasuistika

Polda Belum Temukan Bukti

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) belum menemukan bukti adanya dugaan penipuan dan penggelapan yang dituduhkan PT PT Kimco Citra Mandiri (KCM) terhadap PT Tristaco Mineral Makmur (TMM).

“Kalau soal penggelapan ore nikel, penyidik sudah turun lapangan, tidak ada itu penggelapan. Bahkan, PT Tristaco sudah melakukan somasi kepada PT Komco,” tegas Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Abdul Rizal A Engahu SIK, Senin (22/5).

Sehingga, beber dia, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk memutuskan apakah kasus tersebut bisa dilanjutkan penyelidikannya atau dilangsung dihentikan.

“Kami tidak bisa pastikan dihentikan atau tidak, nanti kita gelar perkara dulu,” ujar perwira polisi dengan tiga melati di pundak ini.

Rizal membebrkan, dalam kasus ini pihaknya telah memeriksa seluruh saksi, baik dari PT Tristaco maupun dari PT Kimco. Namun, tetap saja belum ada bukti kuat yang ditemukan.

Diketahui, PT Kimco melaporkan PT Tristaco dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan hasil produksi ore nikel.

Kasus ini dilaporkan sejak 22 Desember 2016 dan diregistrasi dengan Nomor Laporan LP Nomor 380/XII/2016 SPKT Polda Sultra.

Terlapor dalam kasus ini yaitu Direktur Utama PT TMM Tri Firdaus Akbar. Kasus ini bermula dari kedua perusahaan melakukan perjanjian untuk penggalian, pengangkutan, dan pengelolaan ore nikel sejak tahun 2013.

PT TMM selaku pihak pertama dan PT KCM pihak kedua mencapai kesepakatan bagi hasil. Dimana, PT KCM melakukan pengolahan ore nikel di lahan PT TMM seluas 138,9 hektare yang terletak di Desa Morombo Kecamatan Langkikima Kabupaten Konawe Utara.

Namun perjanjian itu dilanggar, PT Tristaco justru yang melakukan pengangkutan, penggalian ore nikel sendiri. Hasil produksi sebanyak 6.500 metrik ton dijual tanpa sepengetahuan PT Kimco. (man/iis)

To Top