Pelayanan RSUD Konut Nyaris Lumpuh – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Pelayanan RSUD Konut Nyaris Lumpuh

VELY SARMAN/BERITA KOTA KENDARI
Ruang jaga IGD RSUD Konut nampak kosong akibat mogok kerja yang digelar pegawai honorer, Senin (22/5).

WANGGUDU, BKK- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kabupaten Konawe Utara (Konut) kembali dirundung masalah. Kali ini, seluruh Pegawai Harian Lepas (PHL) yang mengabdi di RS itu kompak melakukan aksi mogok kerja. Akibatnya, pelayanan rumah sakit pun nyaris lumpuh.

Dari pantauan wartawan koran ini, Senin (22/5), aksi mogok kerja dengan cara pulang lebih awal membuat suasana rumah sakit nampak sunyi. Tak seorang pun petugas yang berjaga di instalasi gawat darurat (IGD). Meja piket kosong, hanya ada beberapa berkas yang berhamburan. Padahal tempat ini yang pertama kali dituju oleh pasien yang membutuhkan pertolongan.

“Semuanya lagi mogok kerja pak. Sejak jam 2 tadi semua PHL sudah pulang,” ujar seorang petugas RSUD yang enggan disebutkan namanya.

Informasi yang dihimpun Berita Kota Kendari menyebutkan, pemogokan ini merupakan buntut dari telatnya pembayaran gaji para honorer. Kabarnya, gaji mereka selama lima bulan belum juga dicairkan.

Direktur RSUD Konawe Utara, Hasrawan membenarkan masalah itu itu. Dia mengakui hingga saat ini, honor para tenaga medis yang berjumlah 186 orang belum dibayarkan. Alasannya masih menunggu SK dari bupati.

“Saya juga masih berupaya agar honor segera dibayarkan. Kita sudah buatkan permintaan di keuangan. Tinggal menunggu lagi di sana. Kalau diposting hari ini bisa kita selesaikan secepatnya,” kata Hasrawan.

Mantan sekretaris BPBD Konut ini pun pasrah dengan aksi mogok yang digelar para honorer. Meski demikian, dia berharap aksi ini tidak berlanjut mengingat tenaga mereka sangat dibutuhkan oleh para pasien.

“Ini sangat berpengaruh besar. Karena honorer semuanya dari keperawatan. Dokter pun sudaah bergantung sama perawat. Tidak bisa kalau tidak ada perawat. Saya sendiri sulit berkutik karena ini masalah hak yang belum diselesaikan. Saya juga tidak bisa paksakan mereka kerja,” imbuhnya.

Agar pelayanan medis tetap jalan, pihak rumah sakit pun mengandalkan petugas medis berstatus PNS. Diharapkan situasi ini cepat membaik. Hak para tenaga honorer segera dibayarkan Pemda agar pelayanan di rumah sakit kembali berjalan normal. (cr12/aha)

To Top