Manajer Dana BOS Dikbud Sultra Kena OTT Tim Saberpungli – Berita Kota Kendari
Headline

Manajer Dana BOS Dikbud Sultra Kena OTT Tim Saberpungli

KENDARI, BKK – Manajer Pengelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial AH kena operasi tangkap tangan (OTT). Dari tangan tersangka, polisi menyita uang tunai sebesar Rp 62,5 juta.

Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saberpungli) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra menangkap AH di kediamannya yang berada di Kelurahan Mandonga Kecamatan Mandonga Kota Kendari, Sabtu (20/5) sekira pukul 13.30 Wita.

Kala itu, tersangka baru saja pulang dari Raha Kabupaten Muna bertemu dengan 20 kepala sekolah menengah atas (SMA). Pertemuan dengan puluhan kepala SMS itu dimaksudkan untuk meminta setoran dari pencairan dana BOS.

Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Bidhumas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh mengurai, penangkapan itu bermula dari adanya laporan masyarakat yang disampaikan ke tim saberpungli.

Bahwa AH telah melakukan pungli terhadap puluhan kepala SMA di Muna, dan telah pulang ke Kendari melalui jalur laut menggunakan kapal cepat. Menyusul hal itu, tim yang dipimpin langsung Inspektur Polisi Satu (Iptu) Agustinus bergegas menuju Pelabuhan Nusantara Kendari.

“Setelah tiba di Pelabuhan Nusantara Kendari, tersangka langsung diikuti petugas hingga ke ruamahnya. Nanti di sana (rumah tersangka) baru digeledah, dan petugas menemukan uang tunai sebesar Rp 62,5 juta,” terang Dolfi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/5).

Tersangka kemudian digiring menuju Markas Polda Sultra untuk dilakukan pemeriksaan intensif. Hasilnya terungkap, para kepala SMA menyetor uang kepada tersangka dengan jumlah yang bervariasi yakni mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 5 juta.

Dolfi mengungkapkan, AH berada di Raha sejak Kamis (18/5). AH melakukan pertemuan dengan para kepala SMA di Hotel Garuda Raha.

“Kami belum bisa pastikan apakah AH ini mengikuti instruksi oknum lain atau inisiatif sendiri, kita masih terus lakukan pengembangan,” ujar perwira polisi dengan satu melati di pundak ini.

Kini tersangka sudah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Sultra selama 20 hari ke depan. Penahanan terhitung mulai pada Minggu (21/5) malam.

Terpisah, Kadis Dikbud Sultra Damsid mengaku, belum mengetahui adanya penangkapan tersebut. Pasalnya, dirinya masih sedang berada di luar daerah.

Kendati demikian, Damsid menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk melakukan proses hukum. Dia menampik adanya isu bahwa tersangka diperintahkan oknum pejabat di Dinas Dikbud Sultra.

“Saya belum dapat info, saya lagi perjalanan pulang menuju Kendari. Kita tunggu diproses polisi. Tidak ada kebijakan begitu (dugaan tersangka diperintah oknum pejabat dinas dikbud),” pungkasnya kepada jurnalis Berita Kota Kendari (BKK) melalui pesan singkatnya. (man/lex)

To Top