Kasus Perusakan Baliho Litanto, Penyidik Segera Tetapkan Tersangka – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Kasus Perusakan Baliho Litanto, Penyidik Segera Tetapkan Tersangka

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) segera menetapkan enam tersangka kasus dugaan perusakaan baliho salah satu Bakal Calon Bupati Konawe Litanto.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra telah menaikan kasus ini dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Namun, untuk penetapan tersangka masih akan dilakukan gelar perkara dalam waktu dekat.

“Kasusnya sudah ditingkatkan ke penyidikan, tinggal gelar perkara untuk penetapan tersangka,” ujar Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) pada Bidang hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, Senin (22/5).

Dolfi mengurai, kejadian tersebut bermula dari Litanto yang hendak bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Konawe melakukan pemasangan alat peraga secara serentak pada 9 Januari 2017.

Namun, pada 10 Januari 2017 dini hari, balihonya milik Sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sultra ini sudah dirusak oleh orang tak dikenal. Perusakan terjadi pada seluruh desa yang ada di Kecamatan Wonggeduku Barat dan Besulutu.

“Perusakan di Wonggeduku 10 Januari 2017 tidak ditahu pelakunya karena pakai topeng. Kemudian ada lagi perusakan pada 21 Januari 2017, di situ sudah ada masyarakat yang melihat,” terang Dolfi.

Perwira polisi dengan satu melati di pundak ini mengatakan, penyidik belum bisa memastikan perusakan baliho Litanto tersebut berhubungan dengan Balon Bupati Konawe lainnya. Sebab, hasil pemeriksaan dari calon tersangka tidak ada yang mengakui perbuatannya masing-masing.

Herdi (30), salah seorang saksi yang menghadiri pemeriksaan di Mapolda Sultra mengungkapkan, pelaku perusakan baliho tersebut sebenarnya banyak. Namun baru enam orang yang diketahui.

“Sebenarnya pelakunya banyak tapi yang ketahun baru enam orang. Dirusak dengan cara menggunakan arit, dan perusakan ini merata berada pada seluruh desa yang ada di Kecamatan Wonggeduku Barat dan Besulutu,”

Lebih lanjut Herdi mengatakan, para pelaku menjalankan aksinya seusai mengonsumsi minuman beralkohol. Bahkan, ada salah seorang warga yang didatangi empat orang pelaku, karena tersinggung warga tersebut menegur mereka sedang merusak baliho. (man/iis)

To Top