Jangan Ada Balas Dendam Politik – Berita Kota Kendari
Headline

Jangan Ada Balas Dendam Politik

Gubernur Sultra Nur Alam saat melantik Bupati dan Wakil Bupati Muna Barat, Buteng dan Busel.(F:KASMAN/BKK)

KENDARI, BKK – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam meminta kepada tiga pasangan kepala daerah yang baru dilantik untuk tidak memakai dendam politik dalam melakukan mutasi pegawai.

Hal ini dikatakan saat Nur Alam menyampaikan sambutan di acara pelantiak tiga kepala (kada) daerah yakni Muna Barat, Buton Tengah, dan Buton Selatan. Pengkuhan ketiga pasangan kada ini dilakukan di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra, Senin (22/5).

“Tidak boleh berperilaku ekstrim dalam menata birokrasi, hindari proses non job secara massal, jangan ada balas dendam politik, jangan ekspresikan kemarahan dengan mutasi,” imbuhnya.

Nur Alam menambahkan, bupati dan wakil bupati memiliki rugas selaku kepala wilayah kabupaten. Sehingga selaku kepala organisasi eksekutif, harus mampu menjadi mitra dengan legislatif. Karena, eksekutif dan legislatif merupakan lembaga pemerintahan daerah yang harus berjalan serasi.

“Tidak boleh ada dusta di antara dua lembaga ini (eksekutif dan legislatif), harus seperti suami istri. Kedua lembaga ini harus bermitra dengan baik,” ujar Gubernur Sultra dua periode ini.

Dia menekankan, bupati dan wakil bupati harus mampu merusmuskan propaganda visi misi saat berkampanye di masyarkat. Dan, harus mampu melaksanakan tugas pemerintahan dan pelayanan sosial kemasyarakatan, sehingga mengendalikan organisasi dengan sebaik-baiknya.

“Konsentrasikan diri sebagai kepala pemerintahan. Sebagai pemimpin, harus bertanggung jawab membina stafnya,” katanya

“Jangan bawa-bawa tim di dalam pemerintahan, jangan terus bersoal karena hari ini awal dari kerisauan saudara-saudara atas tuntutan pemberian solusi sebagai kepala pemerintahan. Hentikan bicara yang terlalu banyak tunjukan dengan kerja nyata,” tambahnya.

Lebih lanjut Nur Alam mengatakan, walil bupati tidak menganggap bupati sebagai saingannya. Kemudian, wakil bupati tidak boleh mengambil langkah jauh melebihi kewenangannya.

“Apa lagi sampai wakil memberi obat yang bisa memberikan racun kepada bupati. Bupati juga jangan menganggap wakilnya sebagai patung,” pungkasnya.

Bupati dan wakil bupati terpilih pada pelantikan tersebut, yakni Kabupaten Muna Barat LM Rajiun Tumada-Acmad Lamani, Buton Selatan Agus Feisal Hidayat-La Ode Arusalim dan Kabupaten Buton Tengah Samahuddin-La Ntau.

Pelantikan dimulai pukul 10.10 Wita dan berlangsung selama kurang lebih 20 menit dengan agenda pengambilan sumpah, penandatanganan pakta integritas, penyamatan tanda pangkat dan penyerahan surat keputusan yang semuanya diberikan oleh Gubernur Nur Alam.

Usai proses pelantikan juga diwarnai aksi desak-desakan massa simpatisan yang memasuki Aula Bahteramas. Mereka memaksa masuk guna menyalami dan foto bersama kepala daerah masing-masing. Bahkan ketiga pasang kepala daerah yang baru dilantik itu kewalahan melayani kegembiraan masyarakatnya yang sangat antusias menemui mereka. (man/lex)

To Top