Bisnis & Ekonomi

Dinamika Harga Jelang Puasa Hanya Daging Stabil, yang Lain Naik

RIA RAMAYANTI/BERITA KOTA KENDARI
SEPI. Pedagang di Pasar Wuawua dan Pasar Basah Mandonga mengeluhkan sepinya pembeli lantaran naiknya harga-harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan. Sebagian besar komoditi memang mengalami lonjakan harga dari pihak penyuplai.

KENDARI, BKK- Hingga Senin (22/5), harga kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar di Kota Kendari terpantau naik. Hanya daging sapi yang harganya tetap bertahan di kisaran Rp 100.000 – Rp 110.000 per kilogram.

Sementara harga pangan lainnya sudah naik sejak dua pekan lalu. Kenaikan paling terasa pada komoditi telur ayam ras yang melonjak hingga Rp 55.000 per rak untuk ukuran besar. Padahal sebelumnya, telur ukuran besar Rp 40.000 per rak. Ini terpantau di Pasar Basah Mandonga.

Sedangkan di Pasar Wuawua, harga telur ayam ras ukuran besar Rp 45.000 per rak dan dijual per butirnya Rp 2.000. Harga ini naik Rp 5.000 dari sebelumnya. Adapun telur ukuran tengah Rp4 3 ribu satu rak, naik dari Rp 38.000.

Lonjakan harga juga terjadi pada bawang putih dari Rp 40.000 menjadi Rp 60.000 per kg. Untuk bawang merah, harganya di Rp 35.000 per kg setelah sebelumnya sempat mencapai Rp 40.000 per kg.

Bahan pokok lainnya, seperti minyak goreng Bimoli dijual Rp17.000 per liter, gula pasir Rp15.000 per kg dan gula merah Rp 20.000. Harga ini termasuk stabil atau tidak mengalami perubahan harga. Hanya kacang tanah yang naik dari Rp 18.000 menjadi Rp 20.000 per kg. Kacang tanah naik karena permintaan untuk pembuatan kue juga mulai naik.

karang dijual dengan ukuran lebih kecil seharga Rp 4.000. Kangkung yang biasanya Rp 1.000 per ikat, sekarang Rp 3.000 per ikat. Sawi juga ikut naik dari Rp 3.000 menjadi Rp 8.000 per ikat. Harga tomat masih tetap Rp10.000, namun cabai sudah menembus Rp 50 ribu per kg.

Untuk sawi putih, jagung, kol harganya masih stabil. Wortel naik dari Rp 15.000 menjadi Rp 20.000 per kg, kentang dari Rp 16.000 naik menjadi Rp 20.000 per kg, kacang panjang dari Rp 5.000 per ikat menjadi Rp 10.000.

Namun kenaikan harga sayuran ini, ada alasannya. Menurut Heni Respiana (30), salah satu pedagang, selain pengaruh psikologis menjelang Ramadhan, harga sayuran naik drastis lantaran terjadinya bencana banjir di daerah-daerah pemasok sayur-sayuran.

“Tapi imbasnya, pasar jadi sepi karena semuanya naik,” katanya.

Salah satu pedagang di Pasar Wuawua, Ikhwal Salam (24) menjelaskan, harga-harga mulai dinaikkan pihak distributor sejak dua pekan yang lalu. “Memang harga akan naik ketika mendekati bulan Ramadhan. Tiap tahun pasti begitu. Hanya beras saja yang tetap konsisten,” kata Ikhwal.

Menurutnya, kenaikan harga tidak saja meresahkan pembeli. Pedagang pun ikut merasakan dampaknya. Pasalnya, kenaikan harga ini membuat pasar jadi sepi.

“Kami harap pemerintah bisa bertindak karena harga terus naik karena sedikitnya pasokan barang yang masuk, sedangkan permintaan banyak. Kalau harga naik terus, maka akan kurang pemasukan buat kami para pedagang,” katanya.

Di Pasar Basah Mandonga, harga ayam potong jumbo saat ini sudah mencapai Rp 60 ribu per ekor. Sedangkan untuk ukuran yang kecil Rp28 ribu. Menurut Salas, salah satu pedagang ayam potong, kenaikan harga sudah terjadi di tingkat distributor.

Dari pantauan Berita Kota Kendari, ada perbedaan harga antara Pasar Wuawua dan Pasar Basah Mandonga. Seperti bawang putih yang per kilo Rp 65.000, cabe per kilo Rp50.000 dan gula merah perkilo Rp18.000.

Kenaikan harga juga memicu kekhawatiran para pedagang di pasar ini. “Kalau harga terus naik, maka keuntungan pedagang justru semakin kecil,” kata Umi Furqan, salah satu pedagang bawang putih. (p14/aha)

To Top