Enam Warga Mubar Masih Ditahan di Australia – Berita Kota Kendari
Headline

Enam Warga Mubar Masih Ditahan di Australia

KENDARI, BKK – Dua warga Desa Maginti Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat Sulawesi Tenggara (Sultra) dideportasi pemerintah Australia. Keduanya, Ayumin (43) dan Yuyun (25) dipulangkan setelah menjalani penahanan selama 21 hari di negeri kanguru.

Keduanya dipulangkan ke Indonesia melalui Australi dan mendarat di Bandar Udara (Bandara) Ngrah Rai Bali, Jumat (19/5) pagi hari. Di Bali, Ayumin dan Yuyun langsung dijemput salah seorang utusan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Ichsan Nur Fajar SPi.

Kemudian, melanjutkan penerbangan, mereka tiba di Bandara Halu Oleo Kendari pada Jumat (19/5) malam sekira pukul 19.30 Wita. Kemudian, dibawa ke Kantor Satuan Kerja PSDKP Kendari.

Pada Sabtu (20/5) pagi, perwakilan Direktorat Jenderal Pengawasan SDKP menyerahkan keduanya Ayumin dan Yuyun ke pihak Satuan Kerja Pengawas SDKP. Pada hari itu juga Ayumin dan Yuyun diserahkan ke pihak keluarga yang diwakili pria bernama Dudi.

Ayumin mengurai, peristiwa penangkapan yang dilakukan patroli perikana Australi bermula dari dirinya bersama dengan tujuh temannya berlayar dari Maginti menuju ke Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 25 April 2017. Delapan orang yang bertujuan untuk memnacing ikan ini berlayar menggunakan perahu lonjong dengan panjang sekitar sembilan meter (m) dan lebar 1,2 m.

Setelah beristrahat selama beberapa hari, kedelapan orang ini langsung melakukan pemancingan ikan. Lantaran keasyikan, mereka tidak sadar telah memasuki wilayah laut Autralia sepanjang 33 mil atau 55 kilometer (km).

Pada Kamis (4/5) malam sekitar 22.00 waktu setempat, mereka kaget tiba-tiba kapal mereka didekati kapal patroli Perikanan Pemerintah Autralia. Mereka digiring ke kapal patroli, sementara perahu yang digunakan langsung dibakar.

“Kalau kita tahu sudah melewati batas, tidak mungkin kita jalan terus. Kami tidak tahu karena kita memancing malam,” ujar Ayumin saat ditemui di Kantor Satuan Kerja Pengawas SDKP Kendari, Sabtu (20/5).

Ayumin mengungkapkan, Enam temannya masih ditahan pihak Imigrasi Australia. Keenamnya masih terus menjalani pemeriksaan dan belum diketahui waktu pemulangan ke Indonesia.

“Dua teman kami yang masih ditahan itu sudah pernah ditangkap juga di sana (Australi). Selama kami ditahan, kami diperlakukan dengan baik, makanannya enak dan rokok dibelikan Pemerintah Australia,” bebernya.

Perwakilan Direktorat Jenderal PSDKP Ichsan Nur Fajar SPi menuturkan, Pemerintah Autralia menanggung seluruh akomodasi Ayumin dan Yuyun hanya sampai di Bali. Selanjutnya, biaya untuk sampai di Maginti ditanggung pemerintah Indonesia dalam hal ini PSDKP Pusat.

“Selama ditahan, mereka didampingi pihak KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) Darwin Australia,” katanya.

Di tempat yang sama, Pelaksana Harian Koordinator Satuan Kerja PSDKP Kendari Asep Rahmat Hidayat berharap, mengingatkan keduanya tidak lagi mengulangi perbuatannya. Sebab, menurut dia, aturan di Australia jika sudah ditangkap dua kali akan langsung diproses pidana.

“Kalau baru satu kali kena tangkap masih diberikan peringatan dan langsung dideportasi, tapi kalau sudah dua kali ditangkap langsung diproses pidana,” terangnya.

Lebih lanjut Asep mengatakan, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan Ditjen PSDKP untuk mendapatkan informasi perkembangan enam warga Maginti yang masih ditahan. (man/lex)

To Top