Headline

Saya Maafkan Mereka, Rindu Ingin Kumpul Lagi

Suasana sidang agenda jawaban pihak tergugat (Ibu Kandung), terhadap penggugat (Anak) di PA Baubau, Kamis (18/5). Foto: La Ode Adnan Irham

BAUBAU, BKK – Sidang kasus anak gugat ibu kandung di Pengadilan Agama Kota Baubau, Kamis (18/5) kembali ditunda. Sidang dengan agenda penyampain jawaban pihak tergugat atau Fariani. Rencananya, sidang lanjutan akan digelar pada, Rabu (24/5) mendatang.

Sidang yang dipimpin Hakim H Mansur KS SAg itu terlihat dihadiri langsung Fariani dan kuasa hukumnya, sementara tiga anak Fariani yakni, Arman Setiawan, Nita Setiawati, Putri Wulandari tidak terlihat hadir, dan hanya diwakili kuasa hukum mereka, Iyamawati SH.

Usai sidang, Kuasa Hukum Fariani, Moh Toufan Achmad mengatakan, dalam sidang tersebut, mereka menepis seluruh dalil dan pernyataan yang disampaikan penggungat dalam dokumen gugatan. Menurut Taufan, seluruh alasan yang dikemukakan ketiga anak Fariani tidak sesuai fakta.

“Ada yang menyebutkan klien kami sudah menjual seluruh harta dalam objek sengketa warisan. Faktanya itu tidak pernah terjadi,” bantah Toufan.

Kenyataannya, saat ini surat tanah dan sertifikat yang disebutkan dalam gugatan masih dipegang para penggugat. Sehingga tidak mungkin menjual seluruh tanah itu tanpa adanya sertifikat. Lanjutnya, substansi gugatan juga dianggapnya masih prematur atau belum lengkap, dimana maish banyak yang harus dijabarkan secara rinci.

Misalnya kata Toufan, uang Rp 1 miliar juga tidak dijabarkan secara detail, apakah uang itu masih ada pada saat suami Fariani masih hidup atau sudah meninggal dunia. Untuk itu, lanjutnya, semua alasan penggugat mengajukan gugatan dinilai tidak berdasarkan dengan fakta-fakta yang ada.

Fariani, ketika diwawancarai mengatakan, hanya satu yang ia inginkan yakni permasalahan itu dapat secepatnya selesai. Fariani sangat ingin permasalahan itu tidak ditempuh seperti itu, karena akan memalukan keluarga besarnya, namun karena ketiga anaknya tetap ingin dilanjutkan melalui jalur hukum, mau tidak mau ia harus patuh.

“Saya maafkan mereka, saya rindu dan ingin kumpul lagi,” tuturnya.

Ditambahkan Tasauf, saudara kandung Fariani, menyayangkan adanya proses hukum itu. Seharusnya sidang itu tak pernah terjadi hanya karena persoalan harta warisan. Apalagi ia menganggan persoalan itu merupakan persoalan dalam keluarga, yang seharusnya diselesaikan pula secara kekeluargaan.

“Sampai detik ini saya tidak pernah komunikasi dengan mereka, karena mereka sudah tidak anggap saya ini pamannya,” katanya. (cr7/lex)

To Top