Polda Mulai Selidiki Penipuan terhadap Penyandang Dana Kampanye Mansur Amila – Berita Kota Kendari
Beranda

Polda Mulai Selidiki Penipuan terhadap Penyandang Dana Kampanye Mansur Amila

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) segera melakukan pemeriksaan saksi dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan, yang menimpa salah seorang penyandang dana kampanye mantan Calon Bupati (Cabup) Buton Tengah (Buteng) Mansur Amila.

Sedianya, penyidik Duirektorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sultra melakukan pemeriksaan terhadap saksi berinisal AS pekan ini, namun karena saksi sedang berada di luar kota sehingga dijadwalkan kembali untuk diperiksa pekan depan.

“Penyidik sudah mulai menindaklanjuti laporan tersebut. Pekan depan akan dilakukan pemeriksaan saksi. Sudah dijadwalkan,” ujar Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Bidhumas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, Kamis (18/5).

Dolfi mengaku, hingga kini belum bisa dipastiakan apakah terlapor bernama Yamin Sadi merupakan kader Partai Nasional Demokrat(NasDem) atau bukan.

Yamin disebutkan pernaha menjaminkan NasDem akan diberikan kepada Mansur Amila sebagai salah satu kendaraan poltik di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buteng Februari 2017, asalkan Mansur Amila mau menyetor sejumlah uang.

“Kita masih harus periksa saksi-saksi dulu untuk memastikan terlapor (Yamin) ini sebagai kader NasDem atau bukan,” kata Dolfi.

Diketahui, Amran Kasim, seorang penyandang dana kampanye Mansur Amila saat Pilkada Buteng, melaporkan Yamin Sadi ke Polda Sultra atas tuduhan penipuan penggelapan uang sebesar Rp 400 juta.

Kasus ini diregister dengan Nomor LP/203/V/2017/SPKT Polda Sultra Tanggal 3 Mei 2017.

Di sini diuraikan bahwa pada September 2015 Amran bertemu dengan terlapor Yamin di Buteng.

Yamin meminta kepada Amran untuk dipertemukan dengan Mansur Amila. Tujuannya, memfasilitasi agar Partai Nasdem bisa digunakan Mansur Amila, asalkan mau menyetor sejumlah uang.

Mansur Amila pun menyanggupinya, dan menyuruh Yamin mengambil uang tersebut kepada Amran.
Pada 26 Oktober 2015, pelapor Amran menyerahkan uang sebesar Rp 300 juta kepada terlapor Yamin.

Selanjutnya pada 23 Desember 2015, Yamin datang kembali menemui Amran dan Mansur Amila. Di sini, Amran kembali menyerahkan Rp 100 juta.

Apa hendak dikata, kenyataannya Partai Nasdem tidak mengusung Mansur Amila pada Pilkada Buteng. (man/iis)

To Top