Kasuistika

Polda Belum Tahan Arwin Kadaka

KENDARI, BKK – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna Arwin Kadaka masih bisa bernapas lega. Pasalnya, Arwin masih belum merasakan suasan Rumah Tahan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pada Rabu (17/5), Arwin menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pencetakan sawah fiktif di Kabupaten Muna 2012.

Pada pemeriksaan kali ini, Arwin masih bisa bernapas lega saat keluar dari ruang pemeriksaan, karena tidak diborgol.

Padahal, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Wira Satya Triputra SIK MH terkenal tanpa ampun, dan selalu melakukan penahan yang sudah menjalani pemeriksaa sebagai tersangka.

Rupanya bukan tanpa alasan, Wira mengaku, Arwin masih akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan tambahan.

“Masa mau ditahan, sementara dia (Arwin) masih akan kita panggil untuk kita periksa tambahan,” terang perwira polisi dengan tiga melati di pundak ini, Kamis (18/5).

Kendati demikian, Wira, belum maun berbicara secara gamblang mengenai potensi penahanan Arwin saat akan menjalani pemeriksaan tambahan nanti.

Masih kata Wira, untuk dua tersangka lainnya dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan pada Jumat (19/5).

Yaitu mantan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Muna Alimudin dan seorang teknisi Dinas Pertanian Muna La Pedumu.

Diketahui, hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sultra menemukan kerugian negara lebih dari Rp 2 miliar.

Dalam kasus ini penyidik Polda Sultra telah menetapkan tiga tersangka, yakni Arwin Kadaka sebagai penyedia alat.

Kemudian, Mantan Kadis Pertanian Muna Alimudin selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) sekaligus sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan dan seorang teknisi dinas pertanian Lapedumu.

Kasus ini awalnya diselidiki Kepolisian Resor (Polres) Muna, namun karena jalan di tempat sehingga diambil alih Polda Sultra. Di Polda, kasus ini langsung ditingkatkan ke penyidikan dan diikuti penetapan tiga tersangka. (man/iis)

To Top