Lingkar Sultra

Pembangunan di Lapangan Merdeka untuk Memperindah

LA ODE ADNAN IRHAM/BERITA KOTA KENDARI
Proyek penataan Lapangan Merdeka, Kota Baubau.

BAUBAU, BKK – Pembangunan fasilitas pemanfaatan ruang terbuka publik di Lapangan Merdeka, dinilai tidak merubah fungsi utamanya sebagai tempat umum. Sebelumnya, pembangunan itu diprotes sejumlah mahasiswa Jurusan Sejarah Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau, karena dianggap merusak situs sejarah.

Saat ini sudah ada pengecoran dan pembuatan pondasi di Lapangan Merdeka, yang berada tepat di depan rumah jabatan Bupati Buton, dan rumah jabatan Wali Kota Baubau itu. Anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan itu sebesar Rp 490 juta, yang direncanakan selesai 2 Juni 2017 mendatang.

Roni Muchtar yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Baubau, sehari sebelum dilantik jadi Kepala Dinas Perhubungan, mengatakan, pembangunan di Lapangan Merdeka akan memberi aksesoris tambahan untuk keindahannya. Pada prinsipnya ia menyebut yang akan dibangun di tempat itu adalah taman.

Kata dia, status Lapangan Merdeka sebagai situs sejarah tidak ada yang dapat menjelaskan secara rinci. Yang ia tahu, Lapangan Merdeka merupakan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik. Nanti di taman itu menurutnya akan dibangun video tron yang menjadi tempat pemutaran film.

Ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pembangunan di tempat itu tidak akan merubah fungsi. Meski itu tempat bersejarah, namun tidak masuk dalam status cagar budaya. Akan salah jika yang dibangun di tempat itu adalah gedung, sementara yang direncanakan adalah aksesoris lapangan.

“Di sana akan kita jadikan tempat pendidikan, akan ada internet gratis, serta tempat pemutaran film edukasi dan budaya. Akan lebih banyak orang yang nongkrong di sana nanti,” paparnya. (cr7/aha)

To Top