Pasar Legendaris Bangkali Bangkit Kembali – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Pasar Legendaris Bangkali Bangkit Kembali

RAHA, BKK- Pasar rakyat yang legendaris, Bangkali akhirnya kembali beroperasi setelah sempat vakum selama 23 tahun. Rabu (18/5), Bupati Muna LM Rusman Emba meresmikan penggunaan pasar tersebut.

Namun, nama pasar rakyat itu diubah menjadi Pasar Kantaa. Kantaa dalam bahasa Muna berarti menunggu. Secara terminologinya, pedagang menunggu pembeli.

Bupati pun mengapresiasi tokoh-tokoh masyarakat setempat yang berinisiatif membangun kembali pasar yang pernah menjadi pusat perekomian Bangkali di era tahun 1970an itu. Masyarakat pun sepakat untuk menggunakan Alokasi Dana Desa untuk memulai proyek dan akhirnya jadilah bangunan pasar yang sederhana.

“Memang ADD ini semakin besar. Terlebih tahun ini, ada penambahan dibanding tahun 2016. Tahun 2016 lalu ADD sekitar 300 juta per desa. Tapi sekarang sudah mencapai 720 juta. Bahkan tahun 2018, ADD sudah mencapai 100 kali lipat atau sekitar Rp 1,4 M. Kemudian ada dana perimbangan yang dikeluarkan dari APBD 10%, atau ada penambahan lagi sekitar Rp 70 Milyar. Dana untuk pembangunan desa ini sangat luar biasa sekali,” papar mantan senator ini, saat menyampaikan sambutannya.

Rusman pun berharap keberadaan pasar ini akan mengembalikan kejayaan perdagangan Bangkali seperti di masa lalu. Namun kali ini, bupati optimis roda perekonomian akan melaju dengan cepat dan berefek ke desa-desa sekitarnya.

Informasi yang dihimpun Berita Kota Kendari menyebutkan, awalnya Pasar Rakyat Bangkali ini beroperasi tahun 1972. Saat itu transaki penjual beli di pasar ini lancar. Roda perkonomian masyarakat Bangkali dan sekitarnya, tumbuh pesat.

Namun seiring waktu, pasar ini perlahan-lahan ditinggalkan pedagang dan akhirnya mati suri. Pasar ini benar-benar vakum sejak 1994 atau 23 tahun lalu.

Migrasi masyarakat Bangkali secara bertahap ke tempat lain menjadi penyebab padamnya geliat ekonomi di pasar itu. Perpindahan pertama terjadi pada 1978 ke Lakapodo. Kemudian menyusul tahun 1981 di Guali.

Akibatnya, jumlah penduduk di Desa Bangkali kian sedikit. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya masyarakat yang memilih berbelanja ke Raha. (r1/aha)

To Top