Kasuistika

Kajari: Ada Beberapa Hal yang Perlu Dipertajam Lagi

RAHA, BKK- Setelah tertunda dua kali, akhirnya ekpose kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) 2015 Kabupaten Muna senilai Rp 200 miliar, rampung pada Rabu ( 17/5).

Kepada wartawan koran ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muna Badrut Tamam SH MH mengatakan, kasus ini akan dinaikkan ke tingkat penyidikan. Dia juga menyebutkan bahwa indikasi melawan hukum dari kasus ini sudah terang-benderang.

“Meskipun memang masih ada beberpa hal yang akan kita pertajam lagi. Tapi, indikasi melawan hukumnya sudah jelas,” kata Badrut via telepon selulernya (ponsel) saat dikonfirmasi, kemarin.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara (Sultra) Djoko Susilo pada sejumlah media di Kendari menjelaskan, ada indikasi permainan anggaran oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna melalui bank.

Modusnya, ungkap Kajati, anggaran DAK senilai Rp 200 miliar disimpan di bank, dan diduga pelaku mengambil bunga deposito yang tidak jelas peruntukannya.

Menurut dia, beberapa pihak yang diduga sengaja menyimpan dana DAK di bank agar bunga deposito bisa dimanfaatkan secara pribadi.

“Namun kami belum menyelidiki siapa-siapa orang yang melakukan itu. Tapi identitas terduga pelakunya sudah ada kami kumpulkan. Inilah yang kami sementara dalami,” kata Kajati Sultra.

Ia juga menyebutkan ada 61 proyek di Pemkab Muna yang terindikasi bermasalah. Diduga terjadi penyelewengan dalam pelaksaannya yang dikerjakan menggunkan anggaran DAK di Muna senilai Rp 200 miliar.

Menurut jaksa, meski anggaran yang diberikan sudah 100 persen, tak satu pun dari proyek tersebut selesai melainkan hanya sekitar 30 sampai 40 persen saja.

“DAK itu untuk membiayai 61 proyek. Rinciannya, 60 proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan satu proyek di Badan Lingkungan Hidup. Ada indikasi  penyimpangan karena harusnya selesai akhir tahun 2016, namun tidak selesai dan  proyek hanya diselesaikan 30 sampai 40 persen. Sudah diperpanjang juga tapi tidak ada perkembangan penyelesaiannya,” jelas Djoko Susil.

Djoko Susilo mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan walaupun sudah dilakukan gelar perkara.
Menurutnya masih ada beberapa hal lagi yang dibutuhkan agar kasus ini naik kepenyidikan. Kemudian, ada beberapa bukti yang masih  dikumpulkan penyidik kejaksaan untuk menetapkan siapa tersangka atau aktor di balik penyelewengan dana DAK Muna. (r1/iis)

To Top