Jaringan Alat Vital Mayat Wanita Bugil Rusak – Berita Kota Kendari
Headline

Jaringan Alat Vital Mayat Wanita Bugil Rusak

Mayat bugil tanpa identitas saat hendak diautopsi di RS Bhayangkara. (Foto: Man/BKK)

KENDARI, BKK – Dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kendari sudah merilis hasil autopsi mayat wanita tanpa identitas yang ditemukan di Bantaran Sungai Wanggu Jalan Boulevard Kelurahan Lepolepo Kecamatan Baruga.

Hasilnya, pada jenazah wanita yang ditemukan tanpa sehelai kain ini ditemukan luka memar pada jidat, namun bukan disebabkan benturan keras karena tidak ada kerusakan pada jaringan otak. berdasarkan tanda yang ada pada paru-paru, korban meninggal akibat tenggelam.

“Tidak ada kekerasan namun ada luka memar pada dahi. Ciri-ciri meninggalnya korban karena tenggelam. Korban masih hidup saat berada di air,” terang Kepala Subbidang (Kasubbid) Kedokteran dan Kepolisian pada Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Komisaris Polisi (Kompol) dr Mauluddin, Kamis (18/5).

Selain itu, beber dia, pihaknya juga tidak bisa memastikan apakah korban mebnjadi korban pemerkosaan sebelum meninggal. Sebab, jaringan alat vital dan bokong korban telah rusak akibat pembusukan lanjut sehingga sulit untuk dinilai.

“Apa lagi di daerah alat vital sudah dipenuhi belatung. Rontoknya rambut korban juga  dipengaruhi adanya pembusukan lanjut,” tambah Mauluddin.

Diungkapkan, mayat lebih cepat membusuk jika berada di air. Apa lagi arusnya kencang akibat banjir baru-baru ini.

Masih kata Mauluddin, hasil autopsi juga menunjukan bahwa makanan yang terakhir dikonsumsi korban yakni sayur daun ubi.

Adapun ciri lain pada korban memiliki tinggi badan 154 centimeter (cm), usia tulang dan gigi antara 21 hingga 35 tahun. Kemudia, ditemukan cincin perhiasan di jari manis sebelah kanan.

“Korban pernah hamil. Tapi saat kondisi ditemukan, korban tidak hamil lagi,” terang pria ahli forensik ini.

Lebih lanjut Mauluddin mengatakan, hingga kini identitas korban belum diketahui. Sudah beberapa orang yang merasa kehilangan keluarga datang di Rumah Sakit Bhayangkara, namun belum ada yang cocok dengan sidik jari korban. (man/lex)

To Top