Polisi Selidiki Mayat Bugil di Sungai Wanggu – Berita Kota Kendari
Headline

Polisi Selidiki Mayat Bugil di Sungai Wanggu

Saat aparat kepolisian melakukan evakuasi terhadap mayat ditemukan di Sungai Wanggu lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. (Rull/BKK)

Ciri-ciri mayat:
– Tinggi badan 154 cm
– Umur antara 21 – 35 tahun
– Cincim emas masih melingkar di jari manis tangan kanannya
– Tak tanda kekerasan, hanya memar di kening
– Diduga meninggal tenggelam karena paru-parunya dipenuhi air

KENDARI, BKK – Mayat perempuan tanpa identitas ditemukan di semak-semak Sungai Wanggu Jalan Boulevard RW 6 RT 13 Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Rabu (17/5) sekitar pukul 09.00 Wita dengan kondisi tengkurap tanpa busana.

Mayat ini, pertama kali ditemukan, Ardi (10) saat sedang mencari makanan kambing. Ia mengira mayat tersebut adalah seekor babi namun diperhatikannya lebih seksama ternyata sesosok mayat.

“Saya pun melaporkan hal ini kepada ayah saya, kalau di tempat ambil makanan kambing ada mayat,” terangnya.

Amir, ayah Ardi membenarkan hal tersebut. Setelah mendapatkan informasi dari anaknya, ia kemudian memastikannya dan melaporkan hal tersebut kepada warga sekitar sehingga diketahui pihak kepolisian.

“Nanti setelah saya pastikan, baru saya kasi tahu warga,” ungkapnya di lokasi penemuan mayat.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Baruga, AKP Tiswan mengatakan, laporan tersebut memang benar dan kini pihaknya masih melakukan penyeledikan.

“Kita masih lakukan penyelidikan,” cetusnya.

Pihaknya, lanjut dia, juga menemukan pakain yang diduga milik korban berupa baju berwarna hitam, celana jeans berwarna biru tua dan bra berwarna merah. Pakaian tersebut ditemukan sekitar 15 hingga 20 meter tidak jauh dari posisi korban.

“Ditubuh korban ditemukan pula cincin perhiasan yang masih melingkar di jari manis sebelah kanan,” bebernya.

Sementara itu, berdasarkan hasil otopsi, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya kekerasan fisik berat, hanya sebuah memar di bagian kening korban.

“Berdasarkan hasil otopsi, kita tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik berat,” jelas Kasubbid Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kendari dr Mauluddin, usai melakukan otopsi.

Polisi satu bunga ini memaparkan, tinggi badan korban 154 cm, usinya diperkirakan antara 21 hingga 35 tahun sesuai hasil pemeriksaan gigi dan tulang. Makanan terakhir yang dikonsumsi korban adalah sayur singkong.

“Berdasarkan hasil visum kita, korban ini pernah hamil, tetapi jika tidak maka korban berarti pernah gemuk namun menjadi kurus,” bebernya.

Untuk kematian korban sendiri, lanjut dia, karena tenggelam. Hal itu dibuktikan dengan kondisi paru-paru korban dipenuhi air.

“Korban meninggal nanti masuk di air, dimana sebelum itu ia masih hidup,” pungkasnya.

Untuk diketahui, setelah korban ditemukan sekitar pukul 09.00 Wita, mayat korban kemudian di bawah ke Rumah Sakit Bayangkara untuk diotopsi dan hasil otopsinya keluar pada pukul 12.30 Wita.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolsian setempat masih melakukan penyelidikan. Nama korban juga belum diketahui karena di lokasi tidak ditemukan satu pun kartu identitas.

Dari hasil olah TKP sendiri serta berdasarkan barang bukti yang ditemukan berupa pakaian korban, belum dapat disimpulkan apakah korban meninggal karena dibunuh.(cr5/lex)

To Top