Pendemo Terobos Rujab Usir Bupati – Berita Kota Kendari
Headline

Pendemo Terobos Rujab Usir Bupati

BATAUGA, BKK – Aksi Mahasiswa Lintas Gerakan, Rabu (17/5) benar-benar nekad. Mereka menerobos masuk dalam rumah jabatan Pj Bupati Buton Selatan (Busel) sambil meneriakan yel-yel mengusir Pj Bupati Busel Dr Ir OMN Illah Ladamay dari Busel. Beruntung setelah aksi mereka dapat dicegat anggota Pol PP.

Para pendemo mempersoalkan potongan dana bantuan siswa miskin (BSM) yang tak dikembalikan. Aksi yang digelar sekitar pukul 13.00 Wita itu berunjung ricuh.

Kordinator Lapangan (Korlap), Marsin mengatakan tindakan pengusiran tersebut dilakukan karena bentuk kekecewaan pihaknya terhadap Pj Bupati, Illah Ladamay yang telah dianggap gagal menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Busel.

“Pj Bupati saat ini sudah tidak peduli sama rakyatnya Busel, ia mulai kebanyakan berangkat dan keluar daerah, sementara persoalan potongan dana BSM sampai saat ini belum dikembalikan,” ungkapnya saat melakukan Orasi.

Ia menjelaskan, sejak awal jabatannya pada bulan desember 2016 lalu hingga selesai jabatannya pada pekan depan ini, permasalahan pengembalian sebagian hak siswa miskin itu belum juga menuai kejelasan.

“Perlu diketahui, sebelumnya illah ladamay sempat berjanji kepala seluruh siswa penerima bantuan melalui media massa akan mengembalikan potongan dana yang disunat oleh seluruh kepala sekolah di Busel itu. Hanya saja sampai saat ini tidak ada realisasi, dan itu sebatas janji dan kebohongan kepala daerah saja,” tegasnya.

Menyikapi hal itu, Pj Bupati Busel, Illah Ladamay mengaku santai. Kata dia, sebagai kepala daerah, sudah sepantasnya  ia dikritik, apalagi masalah kejanggalan yang terjadi di wilayahnya pimpinanya.

“Saya kira sudah saya lakukan upaya pengembalian itu, saya sudah mengumpulkan seluruh kepala sekolah namun hampir semua merasa tidak melakukan pemotongan, menurut mereka itu merupakan bentuk terimah kasih para penerima yang telah diuruskan anggarannya hingga ketangan mereka,” paparnya.

Bukan hanya itu, lanjut dia, pihaknya juga telah memberikan surat peringatan dan teguran kepada seluruh kepala sekolah dan juga kepala dinas pendidikan sehingga kelak tidak akan terjadi kembali hal yang tidak sesuai ketentuan.

“Surat itu sudah diterima seluruhnya dan mereka telah sepakat atas permintaan saya. Saya juga tidak bisa mendesak harus dikembalikan sebagian hak siswa itu, karena mereka mengaku siap dipecat apabila melakukan pemotongan hak siswa itu,” tandasnya. (p14/lex)

To Top