Lingkar Sultra

Wali Kota Baubau Tukar Posisi Enam Kadis

LA ODE ADNAN IRHAM/BERITA KOTA KENDARI
POSISI BARU. Wali Kota Baubau, AS Thamrin saat melantik sejumlah pejabat baru di jajaran Pemkot Baubau, Selasa (16/5).

BAUBAU, BKK – Wali Kota Baubau, AS Tamrin kembali merombak susunan “kabinetnya”, Selasa (16/5). Hal itu terlihat ketika 17 PNS mengikuti acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas lingkup Pemerintah Kota Baubau.

Dalam pelantikan itu, enam jabatan kepala dinas setingkat eselon II bertukar posisi, satu diantaranya merupakan pejabat hasil lelang. Sementara selebihnya terdiri dari Eselon III, dan IV. Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan itu dilakukan langsung AS Tamrin dan dihadiri Wakil Wali Kota, Wa Ode Maasra Manarfa, Sekretaris Daerah, Muh Djudul, dan sejumlah pejabat eselon II dan PNS lainnya.

Pejabat hasil lelang yakni Zarta dilantik menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja, sedangkan lima lainnya yang bertukar posisi yakni Muh Salim yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan, dilantik menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Kursi yang ditinggalkan Muh Salim kini diisi Roni Muchtar yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan.    \

Adik kandung AS Tamrin, Abdul Rahim yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, kini diberi amanah menjabat Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan. Kemudian Abdul Rajab yang sebelumnya menduduki kursi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, bertukar posisi dengan Laode Maulana Gafur yang menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Dalam pelantikan yang digelar pukul 11.30 WITA itu, Wali Kota Baubau juga melantik jabatan empat sekretaris dinas, lima kepala bidang, dan dua kepala seksi.

AS Tamrin ketika diwawancarai usai pelantikan menjelaskan, pelantikan merupakan bagian dari konsolidasi dalam pemerintahan. Di mana dalam pemerintahan, mutasi, rotasi, dan promosi merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintah daerah. Semua itu dalam rangka pembinaan para ASN.

“Kita ini kan selama ini menerapkan reward (hadiah) dan punishment (sanksi), namun semua itu masih dalam rangka pembinaan dan peningkatan organisasi,” paparnya.

Untuk ASN yang mendapatkan promosi agar menjaga amanah itu dengan peningkatan kinerja dan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Sedangkan untuk yang nonjob pun merupakan bagian dari pembinaan. ASN yang diberi sanksi kata AS Tamrin, diharapkan menyadari kesalahan dan kekurangan agar diperbaiki.

Namun dalam promosi ataupun nonjob, ada banyak aspek yang harus dinilai dan dilalui, tidak sekonyong-konyong mengganti posisi jabatan sesorang. Selain melakukan pemantauan, ada proses evaluasi yang terlebih dahulu ia terapkan. Dia berharap para kepala dinas yang diberi amanah menduduki jabatan baru agar bekerja lebih baik lagi. (cr7/aha)

To Top