Lingkar Sultra

Tak Ada Organisasi Radikal di Muna

RAHA, BKK- Bupati Muna, LM Rusman Emba menjamin tidak ada organisasi berpaham radikal yang beraktivitas di Muna. Dari data Pemkab Muna, hanya ada 22 organisasi masyarakat dan semuanya toleran.

Hal itu diungkapkan Bupati di hadapan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigader Jenderal Polisi Rikwanto yang datang ke Raha, Selasa (16/5). Hadir pula Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Parintongan Sinaga, Plh Kajari Muna Kamarudin, Sekda Muna Nurdin Pamone SH, para kepala SKPD, camat, lurah dan para PNS dilingkup Pemda Muna.

“Isu-isu SARA hanya ada di luar. Di Muna tidak ada karena seluruh Ormas di sini tidak ada yang berpandangan keras. Kita aman, damai di Muna ini. Toleransi antar umat beragama saat tinggi disini. Gejolak di Muna cuma terjadi saat Pilkada saja ” kata Uman, sapaan akrab Rusman Emba.

Sementara itu Kapolres Muna menjelaskan kedatangan pihak Mabes Polri untuk melakukan penyuluhan tentang bahayanya paham radikal terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dia menjelaskan, ada tiga faktor yang bisa mempersubur faham radikal di masyarakat, yakni kemiskinan, kebodohan dan penyakit.

Karenanya, Kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk memberantas tiga masalah tersebut. Polres Muna sendiri, katanya, akan rutin melakukan penyuluhan melalui Polsek-polsek.

“Saya tekankan pada aparat saya, jangan biarkan ada orang sakit di desa yang tidak tertangani. Harus cepat ditolong bagaimana pun caranya. Kemudian kita buat berbagai kegiatan pendidikan seperti lomba bahasa Inggris, matematika dan sebagainya,” kata pengganti AKBP Yudith S Hananta ini.

AKBP Agung juga membenarkan bahwa toleransi di dalam masyarakat Muna sangat baik. Kalau pun ada gejolak, sejauh ini bukan dipicu oleh sentimen SARA. Namun karena faktor lainnya. (r1/aha)

To Top