Headline

Pemda Harus Waspadai Kenaikan Harga Sembako

Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa Kementrian Perdagangan Lasminingsih saat melakukan pengecekan harga kebutuhan pokok di pasar Basah Mandonga Kendari, Selasa (16/5). (foto: Yusril/BKK)

Kendari, BKK – Staf Ahli Bidang Perdaganagan Jasa Kementrian Perdagangan RI, Lasminingsih, meminta jajaran pemerintah daerah di Sultra khususnya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), agar mewaspadai dan terus memantau kenaikam harga sembako jelang puasa dan Idul Fitri.

Peringatan itu disampaikan  Lasminingsih saat menghadiri Rapat Koordinasi Identifikasi Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa, Lebaran dan Idul Adha 2017/1438 H di ruang rapat kantor Gubernur Sultra, Selasa (16/5).

“Sudah menjadi kebiasaan, menjelang puasa memang ada potensi kenaikan harga-harga bahan pokok. Karena itu TPID harus mengantisipasi lebih awal,” kata Lasminingsih.

Rapat dipimpin Wakil Gubernur Sultra, HM Saleh Lasata, didampingi Lasminingsih dan Kepala BI Sultra, Minot Purwahono. Rapat dihadiri seluruh instansi terkait baik provinsi maupun dari kabupaten/kota se-Sultra.

Lasminingsih menjelaskan, langkah-langkah antisipasi yang harus dilakukan Pemda di antaranya melakukan identifikasi ketersediaan stok atau pasokan dan harga bahan pokok di daerah.

“Selain itu, pemda harus melakukan identifikasi langkah-langkah termasuk kesiapan instansi terkait beserta pelaku usaha yang ada di daerah ini untuk bersama-sama menjaga atau menekan laju inflasi daerah,” katanya.

Ia juga meminta pemda agar terus meningkatkan fungsi pengawasan atas barang yang beredar di daerah termasuk memantau jalur atau kelancaran distribusi barang.

“Sehingga tidak ada peredaran barang kadaluarsa, barang impor ilegal dan barang lainnya yang tidak layak dikonsumsi,” katanya.

Ditambahkan, Pemda harus melakukan pemantauan dan pelaporan perkembangan harga-haraga secara intensif di pasar mulai dari H-7 puasa hingga dengan H-1 Lebaran Idul Fitri.

Masih Stabil Dalam kesempatan kunjungannya di Sultra, Lasminingsih menyempatkan sidak di  Pasar Basah Mandonga Kota Kendari.

Setelah melakukan pengecekan sejumlah harga bahan pokok, Lasminingsih menyatakan harga-harga kebutuhan bahan pokok relatif stabil.

“Untuk daging, secara nasional di Sultra lebih murah. Rp 110 ribu untuk 1 kg. Jadi saya apresiasi akan hal ini,” kata Lasminingsih.

Ia mengakui, ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan, namun tidak signifikan. Cabai, tomat dan bawang mengalami kenaikan Rp 3 ribu per kilo gram. Meski begitu, Lasminingsih mengatakan hal tersebut bukan masalah dan tetap stabil.

“Memang ada beberapa yang harganya naik tetapi masih dalam batas kewajaran, dan ini dalam kondisi normal. Jadi untuk Sultra, harga stabil,” klaimnya.

Setelah melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok, pihaknya juga melakukan memantau ketersediaan bahan pangan di Sultra. Ia memastikan stok kebutuhan pokok aman jelang ramadhan sampai Idul Fitri.

“Kami disini tidak sendiri, ada tim yang dibentuk untuk melakukan pemantauan harga dipasaran menjelang hari besar seperti Puasa dan Idul Fitri. Tim ini terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra, BI Sultra, Dinas Pertanian Sultra, dan Dinas Ketahanan Pangan. Hasilnya tidak ada masalah,” pungkasnya. (p13/lex)

To Top