Mahasiswa Masih Persoalkan Seleksi Putra-Putri Bahteramas – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Mahasiswa Masih Persoalkan Seleksi Putra-Putri Bahteramas

ASMARIYAN/BERITA KOTA KENDARI
KECEWA. Massa mahasiswa saat beraksi di Kantor Bupati Buton Selatan, meminta penjelasan tentang keputusan Pemkab Busel yang tidak menggunakan putra-putri daerah dalam ajang Pemilihan Putra-Putri Bahteramas, Selasa (16/5).

BATAUGA, BKK– Polemik Pemilihan Putra-Putri Bahteramas Buton Selatan yang ternyata diwakili bukan dari putra-putri asli daerah setempat, ternyata belum juga selesai. Kemarin, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Pemuda Buton Raya (FMPBR) menggeruduk Kantor Bupati Busel, untuk meminta kejelasan pemerintah.

Pasalnya, sampai kemarin, mereka belum mendapatkan penjelasan mengapa hal itu bisa terjadi. Mereka juga mempertanyakan proses seleksi yang akhirnya memutuskan Putra-Putri Bahteramas Busel, harus diwakili oleh remaja dari Baubau.

“Masa tidak ada satu pun pemuda Busel yang dianggap cocok mewakili daerahnya sendiri dalam ajang tersebut, sampai harus memakai orang dari Baubau,” ungkap koordinator lapangan, Marsin saat melakukan orasi di depan Kantor Bupati Busel, Selasa kemarin.

Yang membuat para aktivis jengkel, karena Pemkab Busel terkesan menganggap enteng masalah tersebut. Buktinya, permintaan mahasiswa untuk mendapatkan penjelasan dari pemerintah tidak pernah didapatkan.

Kepala Dinas Pariwisata Busel, Muslimin Taangi yang akhirnya menemui para demonstran pun memberikan penjelasannya. Dia mengaku ikut menyesalkan kejadian tersebut.

“Awalnya saya benar-benar tidak tahu kalau yang terpilih mewakili Busel bukan putra-putri Busel. Karena untuk ajang ini, dinas pendidikan yang bertanggun jawab. Jadi kalau mau dipertanyakan, silahkan bertanya kepada dinas pendidikan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dikmudora Busel La Safilin mengakui pihaknya memang yang diserahkan tanggungjawab untuk melakukan seleksi perwakilan Busel pada ajang Pemilihan Putra-Putri Bahteramas, saat perayaan Halo Sultra lalu. Hanya saja, dari hasil seleksi yang waktunya sangat singkat itu, tidak ada satu pun yang memenuhi kriteria.

“Jadi ketika saya ditunjuk oleh panitia untuk menjadi penanggung jawab saya langsung melakukan seleksi di SMA 1 Batauga. Tapi semuanya tidak lolos,” jelasnya.

Hasil seleksi yang nihil itu kemudian dia laporkan kepada tim panitia. Beberapa hari kemudian, dia mendapatkan informasi bahwa tim panitia sudah mendapatkan kontestan putra-putri.

“Tak terbayang sedikitpun bahwa perwakilan putra putri itu adalah warga tetangga. Saya ketahui nanti sampai di Kendari. Tapi saya pikir ini tidak akan menjadi masalah, karena siapa pun dia, pasti tetap berbuat untuk Buton Selatan,” ucapnya.

Saat didesak siapa yang terlibat dalam penentuan perwakilan Busel, La Safilin mengaku lupa. “Saya sudah lupa siapa yang usulkan. Yang jelas itu disampaikan dalam rapat, dan di situ semua pejabat daerah ada,” tandasnya. (p14/aha)

To Top