Bisnis & Ekonomi

Listrik Padam Terus, DPRD Kolaka Panggil PLN

KOLAKA,BKK- Pemadaman listrik yang berkepanjangan mendorong Komisi III DPRD Kolaka untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) rayon Kolaka, Selasa (16/5). Dalam RDP itu, wakil rakyat mempertanyakan penyebab terjadinya pemadaman.

Anggota DPRD Kolaka Syaifullah Halik mengaku heran mengapa masih terjadi pemadaman. Karena setahunya, PLN Kolaka sudah mendapat suplai daya dari PT Antam. Sementara Hj Jariah mempertanyakan apakah ada keterkaitan antara pemadaman ini dengan lonjakan pembayaran listrik yang dikeluhkan banyak warga.

“Warga jelas komplain karena tagihannya membengkak namun pelayanannya lebih banyak matinya,” tegas Jariah.

Kepala Ranting PLN Kolaka Iwan menjelaskan, sebenarnya soal suplai listrik saat ini sudah mencukupi kebutuhan Kolaka. Beban puncak pemakaian listrik warga Kolaka hanya 17 MW. Sementara suplai listrik untuk Kolaka yang diperoleh dari pembangkit listrik milik PT Antam sebanyak 22,5 MW. Dan masih ada lagi dukungan dari mesin pembangkit milik PLN Kolaka.

“Sebenarnya cukup memang. Tapi terjadi beberapa gangguan, baik internal maupun eksternal yang seringkali sulit ditangani,” kata Iwan.

Terkait kenaikan pembayaran listrik, menurut Iwan itu diakibatkan kebijakan pemerintah yang sudah mencabut subsidi daya 900 VA. Namun menurutnya, hanya masyarakat mampu saja yang dicabut subsidinya. Sedangkan warga tidak mampu masih disubsidi oleh negara.

Sayangnya, RDP ini tidak menghasilkan solusi yang jelas atas permasalahan pemadaman yang sudah meresahkan masyarakat Kolaka. Bahkan RDP ini sempat diwarnai aksi keluar ruangan alias walk out oleh dua anggota DPRD, Hasbi Mustafa dan Rusman.

Mereka walk out karena menganggap percuma RDP dengan pejabat yang sudah demisioner, sebab tidak akan ada solusi yang bisa didapatkan. “Percuma saja kalau kita RDP dengan kepala PLN yang sudah demisioner. Tidak ada keputusan yang bisa diambil. Kalau begini saya tidak bisa mengikuti RDP ini,” tegas Hasbi Mustafa sambil meninggalkan ruangan.

Adapun Rusman walk out karena merasa tidak diberikan waktu oleh ketua komisi III saat memberikan pertanyaan pada pihak PLN. Dia pun memilih meninggalkan ruangan. (r3/aha)

To Top