Harga Komoditi di Kendari Masih Stabil – Berita Kota Kendari
Beranda

Harga Komoditi di Kendari Masih Stabil

Lasminingsih, Staf Bidang Perdagangan Jasa Kementrian, saat meninjau karga komoditi di Pasar Basa Mandonga (yusril)

KENDARI, BKK – Harga berbagai barang atau komoditi kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Kendari masih stabil, padahal biasanya menjelang Ramadan harga kebutuhan pokok cenderung naik.

Hal itu terungkap ketika Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa Kementerian Perdagangan (Kemendag), Lasminingsih SH melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional —lebih dikenal pasar basah Mandonga, Selasa (16/5).

”Saya mewakili Bapak Menteri Pedagangan, untuk meninjau Pasar Basah Mandonga Kendari, khususnya keadaan harga barang atau bahan pokok menjelang puasa dan hari besar Idul Fitri nanti,” katanya.

Lasminingsih mengaku Kemendag sudah lakukan peninjauan di 30 provinsi di Indonesia dan kunjungannya di Sultra yang ke 31.

“Alhamdulillah kita liat tadi hasilnya bagus, harga-harga relatif stabil. Jadi kita lihat tadi, malah daging dibanding nasional itu, disini lebih murah.  Harganya Rp 110 ribu, itu harga yang bagus, saya juga suprais dan untuk lainnya,” kata Lasminingsih.

Menurutnya, ada sejumlah barang naik namun masih sedikit, sehingga masih dikatakan kondisi normal.
Menurutnya, dengan memantau di pasar basah Mandonga, sudah bisa mewakili harga sembako di Sultra.

Dalam sidak itu, Lasminingsih didampingi Kepala Dinas Perindusrian dan Perdagangan, Hj Siti Saleha, Kepala BI, pejabat Dinas Pertanian. Tujuannya untuk melihat keadaan harga masih stabil, dan stok harga itu juga tidak bermasalah.

“Untuk bawang dimana mereka dapat, untuk suplainya itu sudah cukup, Kemudian untuk cabe dan sebagainya untuk menghadapi jelang puasa ini,” ungkapnya.

Menurutnya, kenaikan atau lonjakan harga sembako akan dimaklumi, jika kenaikannya hanya relatif kecil. Misalnya sekarang ada kenaikan sekitar, Rp 1.000 -2.000, itu masih bisa ditolerin. Tidak bisa ditolerir jika naiknya lebih dari 10 persen. Karena diperaturanya jika naik di sekitar 10 persen itu namanya gejoak harga.

”Bawang puting memang saat ini mengalami kenaikan Rp 3000, dan saat ini pemerintah sudah mengusahakan melalui Kementrian Perdagangan, untuk menurunkan harga. Jadi kita akan membuat harga eceran tertinggi Rp 38.000, jadi akan berlaku sama nanti. Karena akan di pasok oleh para distributornya, dari beberapa perusahan memang importir sudah sepakat untuk menurunkan harga secara bersama-sama.” kata Lisminingsih,

Jika diatas harga het, itu sudah ada tim untuk pengendali inflasi daerah, jadi untuk itu akan ditangani oleh pemerintah daerah sini, kemudian juga sudah diantisipasi sedini mungkin, mungkin tim inflasi daerah ini, mereka akan memantau sehari-harinya seperti apa.

”Karena terutama kita akan melihat suplainya, suplainya ini, ada apa tidak, kan suplai deman ini berlaku. Jika sampai pedagang tidak mendapat barangnya untuk didatangkan, maka mereka tentu saja tidak dapat stop tentu saja harga akan naik, tentu kita akan memantau terus,” katanya.

Jika ada pedagang  yang menaikan harga, sehingga di ketahui dari tim tersebut, maka akan di laporkan, misalnya pelaku tidak mengikuti aturan tersebut, jadi importir, penjual, jika mereka sudah jelas melanggar aturan, maka meraka akan mendapatkan sangsi dari mentri perdagangan. (p13/lex)

To Top