Aktivitas Pembangunan Dermaga Penyeberangan Bombana Dikeluhkan – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Aktivitas Pembangunan Dermaga Penyeberangan Bombana Dikeluhkan

AHMAD RIDHA/BERITA KOTA KENDARI
RUSAK BERAT. Jalan menuju Dermaga Penyeberangan Bombana yang melayani rute Kabaena dan Baubau, tampak rusak parah, Selasa (16/5). Kondisi ini menjadi keluhan para pengguna jasa penyeberangan.

RUMBIA, BKK – Aktivitas pembangunan proyek dermaga penyeberangan Bombana mulai dikeluhkan warga, utamanya pengguna jasa kapal Feri tujuan Dongkala Kabaena Timur.

Mereka mengeluh lantaran kondisi jalan menuju pelabuhan yang sudah rusak parah lantaran dilewati angkutan material bertonase berat. Sementara pihak pengembang terkesan tidak peduli dengan kondisi tersebut.

Dari pengamatan Berita Kota Kendari, kondisi jalan nampak rusak berat. Di musim penghujan ini, fisik jalanan dipenuhi lumpur tebal sehingga menyusahkan pengguna motor maupun mobil yang melaluinya.

Padahal, ada tiga perusahaan yang tercatat sebagai kontraktor pelaksana, yakni PT Aulia Multi Sarana, PT Ode Karya Konstruksi, serta PT Teluk Kendari Persada, dengan nilai proyek yang sangat besar. Data yang dihimpun koran ini, mega proyek dengan nomor kontrak KU.003/87/III/SPD-Sultra 2017 ini menelan dana sebesar Rp 38 miliar lebih. Dana sebesar ini diperuntukan bagi pembangunan dermaga ini hingga selesai.

“Banyak memang pengguna jasa penyebrangan Kasipute-Kabaena yang mengeluhkan kerusakan jalan masuk pelabuhan ini, rata-rata mereka keluhkan lumpur tebal akibat sering dilewati truk pengangkut material,” kata Koordinator Pelabuhan Feri Bombana, Rahman SH, Selasa (16/5).

Rahman mengungkapkan, hingga kini belum ada upaya perbaikan kerusakan jalan dari ketiga perusahaan pengembang tersebut. Sementara keluhan dari pengguna jasa penyeberangan lintas Kasipute-Kabaena terus berdatangan.

“Keluhan masyarakat ini perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak sebab pelabuhan ini hampir setiap hari digunakan oleh warga Bombana. Jika kerusakan jalan ini terus berlanjut, maka aktivitas pengguna jasa pelabuhan ini akan terganggu,” ujar Rahman.

Dia menjelaskan, beberapa waktu lalu, pihaknya mendapatkan informasi bahwa KMP Madidihang yang selama ini melayani warga akan dilarang berlabuh di pelabuhan ini. Ini jelas sangat mengkhawatirkan karena jika itu terjadi, maka aktivitas penyeberangan tujuan Kabaena dan Baubau akan lumpuh.

Karena itu, pihaknya berharap, tiga perusahaan selaku pihak rekanan dalam proses pekerjaan mega proyek tersebut bisa tidak mengganggu jalannya aktivitas masyarakat setempat, utamanya pengguna jasa penyeberangan tersebut. Bukan malah bersikap acuh.

Terpisah, Direktur Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) Sultra, Muhammad Amsar mengharapkan masalah ini bisa teratasi. Terutama persoalan kerusakan jalan yang berimbas pada rencana pelarangan KMP Madidihang untuk berlabuh di dermaga tersebut.

“Saya berharap isu yang berkembang terkait rencana pelarangan KMP Madidihang berlabuh di dermaga perintis Bombana ini diurungkan sebab hal ini akan merugikan banyak pihak,” harap Amsar. (r2/aha)

To Top