Tarian Buton Bakal Ditampilkan di Malam Puncak DA4 – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Tarian Buton Bakal Ditampilkan di Malam Puncak DA4

LAODE ADNAN IRHAM/BERITA KOTA KENDARI
SEJUMLAH penari Tari Katepi yang akan tampil di Konser malam puncak DA4, saat sedang latihan.

BAUBAU, BKK- Malam puncak ajang pencarian bakat Dangdut Academy (DA) 4 Indosiar, Jumat malam (19/5) mendatang, akan menampilkan persembahan “Tari Katepi”, salah satu tarian adat Buton. Tari itu yang nantinya akan dimainkan tujuh gadis remaja itu merupakan permintaan dari Indosiar.

Salah satu pendamping penari, Bardin ketika diwawancarai mengatakan, setelah ada permintaan dari Indosiar, Pemerintah Kota Baubau langsung melakukan persiapan, dan terpilih 7 orang remaja perempuan dari gabungan beberapa SMA di Kota Baubau. Ketujuh remaja perempuan itu memang sudah berpengalaman menari dan sering ditampilkan dalam beberapa kegiatan Pemkot.

Bardin menyebut, awalnya tidak menyangka akan dimintai tampil. Menurutnya, Indosiar selain menampilkan peserta asal daerah, juga tidak main-main ingin mengeksplorasi daerah asal peserta. Sehingga para finalis, Fildan dan Putri, diwajibkan menampilkan apa saja yang menjadi keunggulan dan potensi daerahnya masing-masing.

“Kita sudah latihan sejak sehari setelah Fildan pulang kampung, sampai nanti menjelang keberangkatan tanggal 17,” katanya.

Persiapan matang juga dilakukan para penari, mengingat waktu atau durasi yang diberi Indosiar terbilang singkat. Sehingga mau tidak mau, dalam waktu yang singkat itu pula, harus memberikan penampilan maksimal, apalagi yang menonton seluruh masyarakat Indonesia.

Budayawan Buton, Laode Aslan Aziz menambahkan, dipilihnya Tari Katepi dalam acara itu karena tarian itu lebih memiliki tempo tinggi dan cepat, ditambah waktu yang juga tidak lama, apalagi durasi yang diberikan Indosiar juga singkat. Tari Katepi menceritakan aktivitas gadis remaja membantu orang tuanya saat memanen padi.

Katepi yang berarti nyiru atau alat menampi beras, memiliki filosofi aktivitas masyarakat Buton, setelah panen. Dimana saat itu gadis remaja membantu menampi beras setelah digiling.

Tarian itu juga kadang ditampilkan sebagai tarian penjemputan tamu-tamu yang datang ke Buton. Total yang akan menampilkan tarian itu selain tujuh gadis remaja, ditambah delapan penabuh gendang.

“Ya kira berharap masyarakat Buton khususnya, dan umumnya Indonesia harus tetap menjaga kearifan loka dan budaya kita. Sehingga nilai-nilai budaya kita tetep dipertahankan,” paparnya. (cr7/aha)

To Top