Gubernur NA: Sultra Siaga Satu Bencana Banjir – Berita Kota Kendari
Headline

Gubernur NA: Sultra Siaga Satu Bencana Banjir

Gubernur Nur Alam didampingi aparat TNI dan kepolisian melakukan peninjauan di lokasi banjir.

Kendari, BKK – Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam tak mau tinggal diam setelah mendapat informasi adanya bencana banjir yang melanda Kota Kendari. Walaupun di tengah hujan, Nur Alam langsung melakukan pemantaun di lokasi banjir yang terparah.

Nur Alam, Minggu (14/5) langsung meninjau lokasi banjir di Bantaran Kali Wanggu, Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga. Dia juga melihat secara langsung kondisi para korban banjir yang saat ini tengah mengungsi di tenda-tenda pengungsian.

Setelah menyaksikan kondisi di lapangan, Gubernur Nur Alam langsung menetapkan status siaga satu bencana banjir.

Menurut Nur Alam, kondisi banjir yang meluas di 11 kecamatan dan 64 kelurahan di Kendari, ibu kota Provinsi Sultra itu, sudah masuk kategori siaga satu. Warga pun dimintanya bersiaga dan waspada.

Nur Alam menilai banjir besar yang melanda ibu kota provinsi itu disebabkan tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kendari dan sekitarnya, serta meluapnya air dari anak-anak sungai di Kota Kendari.

Ini merupakan dampak langsung dari meningkatnya kegiatan perambahan hutan di sejumlah daerah.

“Intinya yang terpenting saat ini kita sudah bersama TNI/Polri dan SAR sudah turun tangan ke lapangan untuk melakukan evakuasi terhadap korban banjir, karena yang terpenting saat ini adalah keselamatan warga,” kata Nur Alam.

Dengan kondisi para pengungsi yang memprihatinkan, Nur Alam menginstruksikan seluruh tim gabungan yang turun membantu secara langsung agar tetap semangat dan bekerja secara simultan.

“Kepada tim yang turun langsung dalam membantu para korban banjir agar bekerja simultan sebab intensitas dan curah hujan masih tinggi,” ujar Nur Alam.

Menurut, Nur Alam salah satu penyebab banjir ialah meluapnya air sungai Wanggu yang mengakibatkan rumah-rumah warga terendam banjir. Kedepan Pemprov akan memikirkan apakah akan dilakukan normalisasi atau tidak.

“Saat ini kalau kita lihat di lapangan memang volume air melebihi bantaran kali tersebut akibat hujan yang belum reda. Hal itulah yang menyebabkab rumah dipinggir Kali Wanggu tenggalam. Pemerintah akan mengambil langkah dalam melakukan pelurusan atau normalisasi Kali Wanggu,” ungkapnya.

Ditanyakan terkait dengan kondisi banjir yang melanda wilayah Sultra selain Kota Kendari, Nur Alam yang biasa disapa NA itu menegaskan dia sudah mendapatkan informasi mengenai kondisi daerah Konsel, Konkep, Konawe, Konut, dan Butur. Dia juga mengaku telah mengerahkan seluruh pihak untuk melakukan evakuasi korban banjir.

Selain itu, data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sultra untuk wilayah Kelurahan Wanggu, ada sekitar 90 keluarga yang rumahnya terendam banjir dengan jumlah 406 jiwa diungsikan dari rumah. (ros/tc)

To Top