Delapan Kecamatan di Konawe Dikepung Banjir – Berita Kota Kendari
Headline

Delapan Kecamatan di Konawe Dikepung Banjir

UNAAHA, BKK – Hujan dengan instensitas rendah yang turun tanpa henti dalam beberapa hari terkahir ini membuat beberapa daerah di wilayah daratan di Sultra mulai terendam banjir. Salah satunya Kabupaten Konawe.

Saat ini berjumlah delapan kecamatan yakni Sampara, Amonggedo, Pondidaha, Anggalomoare, Sampara, Amonggedo, Morosi dan Wawotobi mulai mengungsi lantaran air masuk meluap ke permukiman dan merendam rumah-rumah warga. Daerah tersebut merupakan daerah-daerh yang berada garis sempadan Sungai Konaweeaha. Dan merupakan basis pertanian.

Akibat musiba ini, selain merendam rumah, aktifitas usaha pertanian masyarakat juga lumpuh total. Dan ditaksir pasca banjir nanti masyarakat bakal mengalami kerugian materil yang cukup besar.

“Warga yang terendam banjir mulai mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terkena banjir. Yang paling parah itu di Kecamatan Amonggedo yakni Desa Dunggua dan Amonggedo sendiri,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kabupaten Konawe, Dedet Ilnari Yusta via telepon selulernya, kemarin (14/5).

Dikatakan, ketinggian air yang masuk ke wilayah daratan relatif masih di bawah satu meter. Namun dimungkinkan masih akan terus bergerak naik jika hujan terus mengguyur tanpa henti.

Ia mengatakan, banjir di Kabupaten Konawe belum terbilang parah seperti di Kota Kendari. Meski demikian masyarakat harus tetap dalam status waspada. Karena berdasarkan pantauannya sendiri, lanjut dia, sungai-sungai besar yang ada alirannya semakin deras.

Sehingga ia meminta kepada warga untuk tidak melakukan kegiatan di sungai. “Volume air sungai makin membesar. Sementara banyak masyarakat pesisir sungai ini memanfaatkan mencari ikan. Padahal tindakan ini sangat berisiko,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya masih terus mendata jumlah warga yang menjadi korban banjir. Seraya turun melakukan sosialisasi kesiagaan agar masyarakat tidak panik.

“Kalau untuk batuan kita masih terus berkoordinasi kepada provinsi. Supaya bantuan itu secepatnya turun disalurkan,” katanya.

Sementara Kasat Lantas Polres Konawe, AKP Jumiran mengaku,  bencana banjir di Kabupaten Konawe juga membuat arus lalu lintas terganggu. Lantaran terjadinya tanah longsor yang material tanahnya turun membentang dan menutupi badan jalan.

“Padahal rute tersebut penghubung antar kabupaten. Sehingga membuat arus lalu lintas juga macet total. Tepatnya Desa Baini Kecamatan Besulutu,” ujarnya.

Ia mengatakan,  tanah longsor di sekitar jalan poros lintas provinsi masih berpotensi terjadi utamanya di sepanjang jalan Kecamatan Besulutu dan Sampara.

Pasalnya daerah ini sangat terjal di bawah bukit. Dalam labil saat diguyur hujan seperti ini.

“Kami mengimbau  agar pengendara yang bakal melintas jalur ini supaya dapat berhati-hati. Kerawanannya bukan saja tanah langsor, tapi juga pohon yang tumbang bisa sewaktu-waktu terjadi,” jelasnya. (r4/lex)

To Top