Lingkar Sultra

Wali Kota Baubau Kukuhkan Satgas Saber Pungli

LA ODE ADNAN IRHAM/BERITA KOTA KENDARI
WALI Kota Baubau, AS Tamrin mengukuhkan tim saber pungli tingkat Kota Baubau, Selasa (9/5) di aula lantai I kantor Wali Kota Baubau.

BAUBAU, BKK- Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Kota Baubau dikukuhkan Wali Kota Baubau, AS Tamrin, Selasa (9/5). Pasca dikukuhkan, secara otomatis tim akan langsung mulai bekerja.

Pengukuhan itu tertera dalam Keputusan Wali Kota Baubau Nomor 384/XI/2016 tentang pembentukan unit satuan tugas sapu bersih pungutan liar tingkat Kota Baubau.

Tugas Satgas Saber Pungli diantaranya bertindak sebagai intelijen, pencegahan, penindakan, dan yustisi.

Sedangkan wewenangnya, membangun sistem pencegahan dan pemberantasan pungutan liar, melakukan pengumpulan data dan informasi dari kementerian dan lembaga, serta kepala pemerintah daerah untuk memberikan sanksi kepada pelaku pungli, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Anggota tim saber pungli terdiri dari unsur Polri, TNI, POM TNI, Kejaksaan, Inspektorat, dan pihak-pihak terkait. Nantinya, masyarakat juga diharapkan ikut berperan dalam pencegahan dan pemberantasan pungli.

Pengukuhan tim Satgas Saber Pungli merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli, dan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 180/3935/SJ tentang Pengawasan Pungutan Liar dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

“Peraturan presiden itu menginstruksikan pemberantasan praktek Pungli secara tegas, terpadu, efektif, efesien dan mampu menimbulkan efek jera,” kata Wali Kota Baubau, AS Tamrin ketika diwawancarai.

Pungli diakuinya sangat meresahkan dan merugikan masyarakat, serta menghambat pembangunan daerah. AS Tamrin menegaskan, pelantikan dan pengukuhan tim saber pungli menunjukkan komitmen pemerintah Kota Baubau dalam memberantas pungli. Ia berharap tim dapat bertugas semaksimal mungkin dengan koordinasi yang baik, sehingga tidak ada lagi praktek pungli di Kota Baubau.

“Pengurusan yang memang tidak ada biayanya jangan dipungut, yang memang ada nilainya, bayar senilai itu,” imbaunya.

Wali Kota mengaku hingga kini belum pernah ada laporan resmi yang ia terima tentang adanya praktek pungli di Baubau. Sedangkan penyampaian lisan diakuinya sering ia dapat. Namun setelah dicek, tidak sesuai dengan fakta yang ada. Sehingga dia meminta jika ada laporan pungli, harus resmi, sehingga dapat langsung ditindaklanjuti.

Kepala Inspektorat Kota Baubau, La Ode Hambali di tempat yang sama mengaku akan menyiapkan semacam posko pengaduan pungli, sesuai perintah Wali Kota Baubau. Wali Kota saat itu juga meminta pengaduan yang masuk harus fakta, dan bukan hoax. Dia menyebut, di semua daerah di Sultra, Kota Baubau yang pertama membentuk tim saber pungli.

“Harus yang kongkrit, kalau ada aparat pemerintahan yang memungut ya kita proses,” katanya. (cr7/aha)

To Top