Ratusan Pol PP Mengamuk dan Menyegel Kantor – Berita Kota Kendari
Headline

Ratusan Pol PP Mengamuk dan Menyegel Kantor

Saat apel pagi sedang berlangsung, ratusan Pol PP Sultra membubarkan diri dan tiba-tiba mengamuk lalu menyegel kantornya, Selasa (9/5). (foto: Rudy/BKK)

KENDARI, BKK – Ratusan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tiba-tiba mengamuk dan menyegel Kantor Satpol PP Sultra saat akan melakukan apel pagi dihalaman kantornya, Selasa (9/5).

Penyegelan itu dilakukan karena upah atau gaji selama lima bulan kerja tetapi hanya sebulan yang dibayarkan. Selain itu, penyegelan itu dilakukan karena adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap 25 anggota Satpol PP yang diduga dilakukan oleh Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Sultra Bustam.

Sontak ratusan Pol PP iu mengamuk sambil berteriak, “Kembalikan kawan kami. Kenapa langsung diberhentikkan seperti itu. Kasat Pol PP Sultra harus bertanggungjawab”.

Salah seorang anggota Satpol PP Sultra La Ode Nuruddin mengatakan, aksi ini dilakukan karena merasa kesal dengan apa yang dilakukan Kasat Pol PP Sultra karena telah melakukan pemberhentian terhadap beberapa anggota lainnya secara sepihak tanpa kejelasan yang jelas.

“Pokoknya kembalikan kawan kami yang dipecat itu. Tanpa ada masalah sedikitpun bahkan saat berkantor selalu rajin tetapi langsung diberhentikan begitu saja dan diganti dengan orang yang baru,” teriaknya.

Selain itu, sambungnya, gaji selama lima bulan kerja tidak terbayarkan secara normal melainkan namun terbayarkan hanya satu bulan. Kemudian uang makan saat bekerja di lapangan tidak diberikan kepada mereka. Sehingga, dirinya mendesak Kasat Pol PP Sultra untuk segera membayarkan gaji tersebut.

“Kami sudah tanya ke dinas pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah (DPPKAD) Sultra katanya uang makan itu sudah diberikan kepada Kasat Pol PP Sultra. Tetapi sudah beberapa bulan kami kerja, mulai dari pembersihan di P2ID dan MTQ namun makanan kami beli sendiri,” kesalnya.

Ia menegaskan, jika semua tuntutannya itu diindahkan baik Kasat Pol PP Sultra maupun Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sultra, maka pihaknya akan terus melakukan mogok kerja dan menyegel kantor.

“PHK ini juga tanpa kejelasan dan tidak mempunyai dasar hukum jelas. Padahal mereka bekerja sesuai dengan aturan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Undang-Undang. Alasannya katanya di rumahkan, tetapi tidak diberikan surat atau pemberitahuan. Padahal tema-teman kami ini merupakan anggota Pol PP Sultra yang selalu bekerja dan berbakti pada arahan pimpinan sejak lima tahun silam,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Sumarlin yang juga merupakan salah satu anggota Satpol PP mengungkapkan, 25 anggota Pol PP yang dikeluarkan itu diganti dengan anggota Pol PP yang baru 2016 lalu dan langsung diangkat menjadi honorer. Dia menilai pimpinannya berbuat sewenang-wenang kepada mereka. Olehnya itu mereka mendesak agar Bustam bisa bertanggungjawab.

“Kami akan mogok kerja sampai batasan waktu tidak ditentukan. Sampai tuntutan kami dipenuhi. Tarik dan pekerjakan kembali teman kami. Jika tidak kami akan segel kantor ini,” ancamnya.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Pol PP Sultra Bustam belum bisa berkomentar banyak terkait penyegelan yang dilakukan itu. Hanya saja, kata dia, pemberhentian sementara terhadap Satpol PP itu bukan berjumlah 25 orang melainkan hanya 11 orang saja. Namun, pemberhentian itu dilakukan sudah sesuai dengan prosedur.

“Saat ini saya belum bisa terlalu banyak berkomentar karena masih berada diluar daerah. Bukan 25 orang sebenarnyab yang diberhentikan tetapi hanya 11 orang. Terkait tuduhan tidak bayarkan gaji mereka itu tidak betul,” bantahnya saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya.

Atas pemberhentian itu, lanjutnya, sebelumnya dirinya telah menyampaikan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra Lukman Abunawas untuk mempertanyakan seperti apa solusinya. Tetapi sampai penyegelan kantor itu dilakukan belum mendapatkan hasil.

“Kami akan kembali melakukan rapat secara bersama untuk membahas semua itu. Intinya itu saya sama sekali tidak mengetahui orang-orang yang diganti dan siapa yang mengganti itu,” ungkapnya.

Terpisah, Sekda Sultra Lukman Abunawas mengatakan, anggota Satpol PP yang diberhentikan itu akan dikembalikan agar bisa kembali bekerja seperti biasa.

“Semua anggota Pol PP Sultra yang berstatus diberhentikan sementara agar segera dikembalikan tanpa terkecuali,” pungkasnya. (m2)

To Top