Pendidikan

Pelaksana UNBK di Sultra Minim, Pihak Terkait Harus Duduk Bersama

Anggota Komisi IV DPRD Sultra Sudarmanto

KENDARI, BKK – Minimnya jumlah sekolah pelaksana ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di Sulaweasi Tenggara (Sultra), mendapat sorotan dari pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Khususnya komisi IV yang membidangi masalah pendidikan.

Anggota Komisi IV DPRD Sultra Sudarmanto mengungkapkan, bila semua pihak terkait peduli dengan kemajuan dengan pendidikan maka pelaksana UNBK di Sultra ke depannya mestinya tidak minim lagi.

Katanya, mulai dari gubernur, dinas pendidikan dan kebudayaan (Dikbud), serta pihak sekolah sendiri harus mempunyai komitmen dan visi misi yang sama agar kondisi pendidikan  lebih baik.

“Kami sendiri dari dewan melihat, dikbud provinsi dan kabupaten/kota mereka sudah melakukan yang terbaik untuk kemajuan UNBK di Sultra. Dewan sendiri akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di tingkat SMP dan SMA di Sultra agar dapat menyamai daerah-daerah lain yang notabene sudah banyak melakukan UNBK,” ujar Sudarmanto, Selasa (9/5).

Secara pribadi, aku Sudarmanto, ia pernah berinisiatif untuk merumuskan prisip dasar yang harus dipegang untuk mengembangkan dan memajukan dunia pendidikan ke depan di Sultra. Sehingga, akan tercipta kebijakan-kebijakan yang terbaik dan strategis dalam mengembangkan amanat memajukan dunia pendidikan.

Namun, dalam hal ini, lanjutnya, pemangku kebijakan mesti duduk bersama membicarakan permasalahan pendidikan khususnya pelaksanaan UNBK, baik itu stake holder, serta pakar pendidikan sehingga merumuskan pemikiran-pemikiran yang membangun untuk pengembangan dunia pendidikan ke arah yang lebih baik lagi.

“Saya sangat berharap ke depannya pelaksanaan UNBK ini dapat dijalankan dengan sangat baik sehingga dengan pelaksanaan UNBK kita sudah menjadi lebih maju dengan  menjaga integritas siswa/siswi di dalam melaksanakan ujian,” pungkasnya. (p12/nur)

To Top