Capai Rp 6 Miliar, Usulan Anggaran PSU Pilkada Bombana Akan Dirasionalisasi – Berita Kota Kendari
Suksesi

Capai Rp 6 Miliar, Usulan Anggaran PSU Pilkada Bombana Akan Dirasionalisasi

RUMBIA,  BKK – Kendati jadwal pelaksanaan tahapan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Bombana di tujuh Tempat Pemungutan Saura (TPS) sudah ditetapkan, namun proses penganggarannya hingga kini belum final.

Kondisi ini terjadi mengingat besaran anggaran yang diusulkan tiga pihak terkait yakni, KPU, Panwaslu, serta Polres  Bombana yang mencapai Rp 6 miliar terbilang besar.

“Sudah kita terima usulan anggarannya baik sari KPU, Panwaslu, maupun Polres. Besarannya menembus angka Rp 6 miliar lebih,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bombana, H Burhanuddin A HS Noy SE MSi saat dikonfirmasi wartawan Berita Kota Kendari (BKK) di ruang kerjanya, Selasa (9/5).

Diakui Burhanudin,  pihaknya belum menetapkan realisasi usulan tersebut sebab saat ini Pemkab Bombana masih melakukan proses rasionalisasi anggaran dengan meminta bantuan pihak BPKP.

“Kita akan lakukan rasionalisasi lebih awal dan hasilnya akan kami bahas di tingkat TPAD dengan melibatkan tiga lembaga terkait ini. Hasil dari rasionalisasi inilah yang akan kita buatkan NPHD untuk masing-masing mengguna anggaran nanti,” katanya.

Dikatakannya, Pemkab Bombana akan melakukan rasionalisasi anggaran ini secepat mungkin mengingat tenggang waktu yang diberikan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk pelaksanaan PSU ini hanya 30 hari kerja,  terhitung sejak pembacaan putusan 26 April lalu.

“Semaksimal mungkin pemda akan berupaya melakukan rasionalisasi ini. Namun perlu diketahui bahwa  proses penganggaran PSU ini memiliki mekanisme yang jelas. Insya Allah sebelum tanggal 30 Mei mendatang,  semuanya sudah tuntas,” terang mantan Kadis Perhubungan Sultra ini.

Adapun usulan anggaran PSU tersebut masing-masing dari KPU Bombana sebesar Rp 2,1 miliar, kemudian Panwaslu   yang akan menjalankan fungsi pengawasan mengusulkan anggaran Rp 1,8 miliar.

Sementara untuk biaya pengamanan yang diusulkan polres setempat mencapai Rp 2 miliar.

Sementara itu, Ketua KPU Bombana,  Ketua KPU Arisman mengungkapkan besaran anggaran yang diusulkan pihaknya tersebut berdasarkan estimasi anggaran untuk membiayai tahapan PSU yang akan dilaksanakan KPU.

“Sampai kini, kami masih terus menunggu jawaban dari Pemda Bombana atas usulan tersebut,” ungkap Arisman.

Ditanya soal kesiapan KPU Bombana sendiri terkait pelaksanaan PSU yang akan digelar 30 Mei mendatang,  Arisman mengaku pihaknya sangat siap dan tinggal menunggu anggaran saja.

Untuk lokasi TPS,  KPU masih melakukan pengkajian apakah masih akan menggunakan lokasi TPS lama atau tidak.

“Jika dianggap masih memenuhi syarat, maka KPU Bombana tetap akan menggunakan lokasi sebelumnya sebagai tempat pembuatan TPS,” pungkas Arisman.

Seperti diketahui, PSU Pilkada Bombana dilakukan berdasarkan putusan MK atas permohonan sengketa pilkada yang diajukan pasangan calon bupati dan wakil bupati, Kasrah Jaru Munara-Man Arfah (Berkah).

Saat pemungutan suara serentak 15 Februari lalu, perolehan suara dimenangkan pasangan Tafdil-Johan Salim (Bertahan).

Sementara itu, berdasarkan putusan MK, tujuh TPS yang akan mengadakan PSU tersebut yakni TPS 1 Desa Hukaea dengan pemilih sebanyak 389 suara, TPS 2 Desa Lantari sebanyak 306 suara, TPS 2 Desa Tahi Ite sebanyak 235 suara, TPS 1 Desa Larete sebanyak 444 suara, TPS 2 Desa Larete (TPS 2 Marampuka) sebanyak 361 suara, TPS 1 Desa Lemo (TPS 1 Marampuka) sebanyak 431 suara dan TPS 1 Desa Lamuare sebanyak 341 suara. (r2/nur) 

To Top