Pendidikan

Saknsi untuk Dosen Tersangka Upal, UHO Tunggu Proses Hukum

La Ode Maulid (FOTO SUMARDIN/BKK)

KENDARI, BKK– Sahrudin, salah satu dari tiga tersangka yang tertangkap dan ditahan polisi karena kedapatan membawa uang palsu (Upal) pecahan dolar di Badara Halu Oleo saat hendak berangkat ke Jakarta, Kamis (4/5), merupakan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo (UHO).

Hal ini dibenarkan Kabag Humas UHO, La Ode Maulid. Ia mengatakan, Sahrudin tecatat sebagai dosen aktif  dan masih melanjutkan sekolahnya (Izin belajar).

Terkait keterlibatan dosen UHO dalam tindak kriminal tersebut, terang Maulid, belum bisa diproses untuk pemberian sanksi pelanggaran kode etik. Sementara ini, pihaknya menunggu proses hukum yang saat ini ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara.

“Ketika sudah ada putusan dari proses hukum maka tersangka tersebut diserahkan kepada pihak UHO dan akan dikenakan UU ASN, baik itu penundaan kenaikan pangkat, penurunan pangkat. Apabila dosen tersebut hukumannya melebihi empat tahun masa tahanan maka akan dilakukan pemecatan secara tidak hormat,” ujar Maulid saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/5).

Ia menjelaskan, pihak UHO tidak bisa mendahului proses hukum yang sedang berjalan.

Lanjut katanya, ketika sudah ada putusan dari proses hukum yang dihadapi dosen itu, maka pihak UHO sendiri akan melayangkan surat kepada Kemenristekdikti untuk menentukan hukuman apa yang pantas didapatkan dosen nakal tersebut.

“Biasanya beratnya hukuman yang diberlakukan kepada para dosen yang menyalahi kode etik tergantung dari beratnya pelanggaran yang dilakukan dan beratnya hukuman tersebut,  yang memutuskan adalah pengadilan,” ujar Maulid saat menjeskan.

Masih katanya, dengan adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan dosen FKM tersebut semoga tidak mempengaruhi kinerja dosen lainnya di lingkup. (p12/nur)

To Top