Kasuistika

Pj Bupati Buton Tengah Polisikan Kepala Bappeda

BAUBAU, BKK- Pelaksana Jabatan (Pj) Bupati Buton Tengah (Buteng) Ali Akbar melaporkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Maynu (55) ke Kepolisian Resor (Polres) Baubau berkait kasus penghinaan dan pengancaman yang terjadi pada Kamis (27/4) lalu.

Ali Akbar kepada polisi mengaku mendapatkan ancaman dan hinaan itu melalui pesan singkat (SMS) ke nomor ponsel pribadinya.

Pesan singkat itu ia terima saat dalam perjalanan dari Kota Baubau menuju Kabupaten Buton Tengah. Saat itu ia tidak tahu menahu siapa pemilik nomor Telkomsel itu.

Dikonfirmasi soal ini, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Baubau Ajun Komisaris Polisi (AKP) Diki Kurniawan SIK membenarkan adanya laporan tersebut.

Setelah mendapatkan laporan itu, kata dia, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan, setelah melakukan pelacakan, lalu keesokan harinya pelaku berhasil ditangkap.

Maynu diamankan di kediamannya di Kelurahan Tarafu Kecamatan Batupoaro Kota Baubau.

Saat itu Maynu diperiksa sebagai saksi. Setelah polisi mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan empat orang saksi, Maynu langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka mengaku mengirim pesan singkat kepada Ali Akbar karena sakit hati dan kecewa dituduh sebagai penggerak sekaligus ikut membiayai aksi demonstrasi massa di Buton Tengah, Sabtu (22/4), yang buntutnya massa menyegel kantor bupati.

Untuk melancarkan aksinya, tersangka sengaja membeli kartu telepon baru dan memakai ponsel jenis Nokia 2600 Clasik milik anaknya.

Diki menyebut salah satu bunyi pesan singkat itu dinilai menjadi dasar dan dianggap sudah memenuhi unsur pidana.

Ia melanjutkan, total ada 12 pesan singkat dari tersangka yang dikirimkan ke Ali Akbar. Tersangka sempat membuang ponsel yang ia pakai di laut Pantai Kotamara untuk menghilangkan barang bukti.

“Kita menyelam cari itu ponsel, kita dapat di dasar laut tempat dia buang,” kata Diki Kurniawan ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/5).

Tersangka dijerat pasal berlapis, pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencemaran Nama Baik, pasal 311 KUHP tentang Penghinaan, dan Pasal 335 KUHP dengan ancaman hukuman penjara lima tahun 9 bulan. (cr7/iis)

To Top