Mahasiswa UM Buton Demo Tuntut Akreditasi dan Fasilitas Kampus – Berita Kota Kendari
Aktualita

Mahasiswa UM Buton Demo Tuntut Akreditasi dan Fasilitas Kampus

BAUBAU, BKK – Puluhan mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah (UM) Buton di Kota Baubau berunjuk unjuk rasa di depan kampusnya, Senin (8/5). Mereka menuntut peningkatan status akreditasi dan fasilitas penunjang perkuliahan. Aksi yang digelar pukul 09.50 WITA itu bentuk dari kekecewaan mahasiswa terkait informasi tentang kampus yang tidak sesuai antara brosur penerimaan mahasiswa baru dengan fakta yang ada.

Misalnya, internet untuk mahasiswa, ruangan full AC, serta tidak tersedianya lahan parkir. Selain itu, mahasiswa yang menggelar unjuk rasa dengan membakar ban bekas itu, juga menganggap kampus tidak menyiapkan tenaga pendidik yang mumpuni, khususnya di program studi (prodi) PGSD, apalagi dosen yang mengajar di PGSD dianggap malas.

Dalam pernyataan sikapnya, status akreditasi C Prodi PGSD juga dianggap masalah bagi mahasiswa. Apalagi akreditasi merupakan penunjang bagi sarjana yang ingin mendaftar menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ataupun pegawai di perusahaan swasta. Dimana syarat utama minimal perguruan tinggi itu terakreditasi B, bukan C.

“Kami sudah penuhi kewajiban kami membayar SPP yang setiap semesternya Rp 2.200.000, sekarang hak kami tidak dipenuhi,” teriak mahasiswa.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM Buton, Suardi menyebut tuntutan naiknya status akreditasi Prodi PGSD sudah dilakukan pihak kampus sejak lama. Berbagai upaya pun telah dilakukan, salah satunya sejak tiga bulan lalu telah membentuk tim yang dikirim ke Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti).

“Semua sudah kita upayakan, namun ada proses yang harus kita lalui,” ungkap saat menerima puluhan mahasiswa di aula UM Buton.

Adapun soal dosen yang dinilai mahasiswa malas, jika memang ada, segera melaporkan hal itu ke Prodi. Tidak hanya soal itu, mahasiswa juga telah disiapkan jalur untuk menyuarakan aspirasinya, tidak dengan berunjuk rasa. Suardi meminta mahasiswa lebih mengedepankan dialog atau musyawarah mufakat.

Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan, Syamsul Bahri, di tempat yang sama menjelaskan, tuntutan mahasiswa soal areal parkir juga sudah dipikirkan rektorat. Apalagi kampus sudah mendapat teguran dari Pemerintah Kota Baubau, yang selama ini mahasiswanya menggunakan bahu jalan untuk tempat parkir.

Kampus katanya akan menyiapkan lahan parkir di gedung yang baru yang saat ini masih dalam pembangunan. Areal parkir baru itu nanti akan mampu menampung 300 sepeda motor. Bahkan jika sudah membludak, aula di lantai dasar gedung II, juga akan dijadikan tempat parkir kendaraan.

“Kami sudah meminta kebijakan pemerintah kota sampai tempat parkir kita selesai,” tutur Syamsul Bahri. (CR7)

To Top