Kena e-Tilang, Bisa Habis Rp 1 Juta – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Kena e-Tilang, Bisa Habis Rp 1 Juta

BAUBAU, BKK- Operasi Patuh digelar secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda Sulawesi Tenggara, mulai Selasa (9/5) hari ini. Kendaraan bermotor yang kedapatan melanggar, akan ditilang di tempat dengan denda maksimal.

“Iya denda tilang maksimal, tidak ada lagi teguran, langsung tilang bagi pelanggar,” tegas Kepala Satlantas Polres Baubau, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ade Farfar SIk ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/5).

Operasi patuh kata dia, merupakan perintah Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Mabes Polri. Penerapan denda tilang maksimal karena ingin membuat efek jera kepada pelanggar lalu lintas. Lanjutnya, tidak ada lagi imbauan ataupun upaya preventif kepada pelanggar. Karena upaya itu sudah dilakukan saat digelarnya operasi simpatik beberapa waktu lalu.

Nanti Satlantas menerapkan tilang elektronik, di mana pelanggar akan langsung membayar denda maksimal di bank yang sudah ditentukan. Nanti setelah pelanggar menyetorkan bukti pembayaran denda tilang, dapat langsung menghadap ke Polantas yang melakukan penilangan untuk mengambil barang bukti yang ditahan, misalnya STNK atau SIM.

“Setelah bayar, buktinya diperlihatkan ke petugas, pengendara bisa mengambil barang bukti yang ditahan. Misal kita denda maksimal Rp 1.000.000, nanti keputusan pengadilan saat sidang lah yang menentukan apakah pelanggar ini dikenakan pasal maksimal,” papar Ade.

Tujuan penerapan tilang elektronik itu untuk menghidari adanya oknum petugas yang mengambil keuntungan melakukan pungutan liar (pungli). Pelanggar juga dapat langsung mengambil sepeda motor yang ditahan petugas, tanpa harus menunggu sidang selesai. Operasi patuh akan dilaksanakan selama 14 hari hingga, Selasa (23/5) mendatang.

Operasi Patuh untuk Polres Baubau akan menurunkan seluruh personil Satlantas dibantu seluruh fungsi dalam kepolisian, termasuk Propam. Di Kota Baubau, Ade menilai, contoh pelanggaran didominasi tidak menggunakan helm standar dan tidak melengkapi surat-surat kendaraan.

“Sebenarnya ini hanya untuk efek jera bagi pelanggar,” ungkap Ade.

Tilang elektronik juga akan diterapkan di Muna. Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Darat, Dinas Perhubungan Kabupaten Muna, Hayril Samandi menyatakan Dishub akan diikutkan dalam operasi ini.

Hayril pun mengingatkan kepada para pemilik angkutan agar melengkapi persuratannya dan jangan berani melanggar aturan. Sebab kali ini, sanksi yang diterapkan sangat berat, terutama dendanya.     ”

Jika sebelumnya sanksi pembayaran dikenakan Rp 50 ribu, sekarang sudah menyentuh angka Rp 250 ribu,” katanya. (cr7-r1/aha)

To Top