Kasuistika

Pria Konawe Ini Rencana Jual Keluarga Perempuannya Rp 10 Juta ke Konut

Ilustrasi

UNAAHA, BKK- Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Konawe membekuk pelaku penculukan anak yang sebelumnya sempat melarikan diri di Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Kapolres Konawe Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jemi Junaedi menjelaskan, kejadian bermula saat korban inisial W warga Ameroro Kecamatan Uepai yang diketahui masih duduk di bangku kelas 1 sekolah menengah atas (SMA) dijemput oleh pelaku inisial E di sekolahnya, dengan maksud mengantarnya pulang.

“Tapi korban tidak diantar ke rumahnya. Pelaku malah membawa korban ke arah yang berbeda yakni ke Konawe Utara. Pada saat dibawa, korban yang masih kerabat pelaku sempat bertanya tujuan mereka kepada korban, pelaku menjawab mereka mau isi bensin,” Kata Jemi, di ruang kerjanya, Minggu (7/5).

Setelah melewati Sentra Pengisian Bahan Umum (SPBU) Unaaha, lanjut dia, korban sempat bertanya lagi kepada pelaku, namun pelaku kembali berkilah bahwa mereka akan mengisi di SPBU Wawotobi.
Masih kata dia, pelaku sempat mengisi BBM di SPBU Wawotobi dan kembali melanjutkan perjalanan menuju Konut melewati Kecamatan Meluhu.

Korban yang mulai ketakutan kembali bertanya kepada pelaku kemana sebenarnya tujuan mereka.

“Di situ pelaku mengatakan jika dia bermaksud menjual korban di Konut dengan harga Rp 10 juta.

Mendengar itu, korban sempat berontak tapi karena posisi lapar dan lemas, belum lagi mereka di hutan, tidak ada orang, korban akhirnya pasrah saja,” Imbuhnya.

Korban akhirnya berhasil melarikan diri ketika sampai di Konut saat pelaku sedang mengisi BBM.

Korban lalu melarikan diri dan meminjam ponsel warga untuk menghubungi keluarganya.

“Korban lalu menelepon keluarganya di Ameroro meminta untuk dijemput. Setelah dijemput, keluarga korban lalu melaporkan kejadian ini ke kami dan langsung kami bergerak mengamankan pelaku,” ujarnya.

Tersangka E sudah diamankan di rutan Mapolres Konawe untuk penyeledikan lebih lanjut.

Tersangka dijerat Pasal 83 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak subsider pasal 328 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Melarikan Barang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (r4/iis)

To Top