Lingkar Sultra

PEMILIHAN PUTRA-PUTRI BAHTERAMAS BERPOLEMIK Pakai Orang Baubau, Pemkab Dikritik

BATAUGA, BKK- Pemilihan Putra Putri Bahteramas pada ajang Halo Sultra di Kota Kendari memang telah selesai. Namun di Buton Selatan, ajang ini menuai polemik. Pasalnya, perwakilan dari Busel diduga bukan putra-putri asli daerah, tetapi dari Baubau.

Hal ini pun dipermasalahkan oleh Gerakan Muda Masyarakat Buton Selatan.

“Kami bingung dan ingin mendapatkan jawaban, alasan pemerintah yang lebih memilih warga Kota Baubau dibanding warga lokal untuk mewakili daerah kita di ajang bergengsi tingkat provinsi, kemarin,” ungkap La Ode Risky, Kordinator Gerakan muda masyarakat Buton Selatan.

Menurutnya, kebijakan pemerintah tersebut tentu bisa menimbulkan kekecewaan bahkan ketersinggungan bagi masyarakat setempat. Sebab jangan sampai ada penilaian bahwa di Busel sudah tidak ada pemuda dan pemudi yang layak mewakili daerahnya sendiri di ajang tersebut.

“Kenapa harus dari kota Baubau, sementara daerah Buton Selatan saya kira juga punya putra-putri yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Yang kami khawatirkan jangan sampai ini salah satu strategi untuk meraih pencitraan kepada masyarakat Baubau, dan menjadi kepentingan politik Pj Bupati Busel yang ingin maju ke Pilkada Baubau,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Busel, La Mai Minu mengatakan, pihaknya tidak mengetahui persis persoalan tersebut. Pasalnya, dalam pengusulan perwakilan putra-putri Bahteramas, dinas parawisata tidak ikut terlibat, mengingat pihaknya tidak memiliki anggaran.

“Jadi itu yang urus dari Sekretariat Daerah, dalam hal ini Bagian Ekonomi. Mulai dari penganggaran hingga pada pengusulan, ada sama mereka” bebernya.

Ia menambahkan, dalam ajang Halo sultra yang lalu, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif hanya memiliki kewenangan pada penjagaan stand.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi, Hanok Z Mariang juga mengaku tidak tahu menahu. Malah dia menyebutkan bahwa seleksinya ada pada dinas pariwisata.

“Saya terus terang tidak pernah tahu karena saya kira ini kewenangannya pariwisata. Masa mereka tidak tahu. Memang kalau anggaran kami yang berikan, namun seleksinya itu sudah pasti dari dinas pariwisata,” ungkapnya.

Dalam ajang Halo sultra lalu, lanjut dia, pihaknya hanya mengorganisir  kontingen dari Busel, seperti pengadaan kostum dan keperluan lainnya. (p14/aha)

To Top