Menristek Dikti Apresiasi Kemajuan Unilaki – Berita Kota Kendari
Headline

Menristek Dikti Apresiasi Kemajuan Unilaki

Prof Laode M Kamaluddin (membelakang) berbincang-bincang dengan Menristek Dikti), Prof Dr M Nasir di kantor Kemenristek Dikti, Jumat (5/5).

KENDARI, BKK – Sebagai salah satu tokoh yang menasional, Prof Laode Masihu Kamaluddin tak terlalu sulit membangun komunikasi dengan para pejabat di pemerintah pusat termasuk setingkat menteri.

Contohnya, Jumat (5/5) sekitar pukul 16.00 WIB, Prof Masihu dalam kapasitasnya sebagai rektor Universitas Lakidende (Unilaki) berksempatan bertemu Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti), Prof Dr M Nasir.

Menurut Masihu melalui percakapan Watshap dengan jurnalis koran ini, pertemuan berlangsung santai dan akrab di depan kantor Kemenristek Dikti di kawasan Senayan Jakarta.

“Kami berbincang-bincang santai membahas membahas pengembangan Unilaki di bidang agro industri,” kata Masihu.

Masihu menjelaskan, terobosan yang dia lakukan di Unilaki dalam pengembangan agro industri yang dikerjasamakan dengan pemerintah Kota Yongwei Korea Selatan, Universitas Nasional Seoul.

Setelah mendengarkan penjelasan Masihu, Menristek Dikti mengapresiasi kemajuan Unilaki dengan melakukan terobosan di sektor agro industri.

Masihu mengaku melaporkan secara singkat tentang usaha mengembangkan pedesaan di Sultra melalui konsep kerjasama empat institusi yakni Unilaki, pemda, pengusaha dan masyarakat.

“Pak Menteri berjanji akan bertemu lagi dengan Rektor Unilaki dalam waktu dekat untuk membahas pola ilmiah pokok Unilaki di bidang agro industri yang akan melibatkan masyarakat lokal sebagai tempat mahasiswa melakukan KKN dua tahun sebelum tamat kuliah,” katanya.

Dalam pengembangan agro industri, Unilaki saat ini sedang membangun dua green house yang dibiayai dari pemerintah Korea Selatan untuk budidaya tomat dan cabe.

Untuk pengembangan tanaman tomat dan cabe melalui green house, nantinya Unilaki bukan saja membudidayakan tapi juga membuat idustri rumah tangga sehingga nantinya bisa menghasilkan produk berbahan tomat dan cabai, seperti sambal dan saus.

“Jadi nantinya yang dihasilkan bukan saja tomat, tapi kita harapkan ada pengolahan sehingga produknya bisa menjadi saus atau sambal olahan, yang kualitasnya tidak kalah dengan produksi pabrik yang ada di pasaran,” katanya.

Dalam pengembangan agro industri, Unilaki mengembangkan program smart village, yang melibatkan empat komponen yakni perguruan tinggi, pemerintah, penngusaha dan masyarakat atau disebut dengan quarted helix.(lex)

To Top