Headline

Dolar Palsu Senilai 4 M Ditangkap

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sultra bersama Kepala Bandar Udara HO Kendari saat menggelar konfresni pers di ruang Media Centre Bid Humas Polda Sultra, Jumat (5/5). (rull/BKK)

KENDARI, BKK – Berkat pengawasan ketat pihak Bandar Udara Haluoleo (HO) Kendari, tiga tersangka pengedar uang palsu (upal) berhasil diamankan pihak penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (sultra).

Tiga tersangka tersebut yaitu S bin AT berprofesi sebagai wiraswasta, P bin B berprofesi sebagai seorang PNS di Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV  dan S bin L berprofesi sebagai seorang dosen di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sultra, Kombes Pol Wira Satya Triputra dalam konfresni pers yang dilakukan di ruang Media Centre Bid Humas Polda Sultra, Jumat (5/5) menjelaskan, dari tangan para tersangka pihaknya berhasil mengamankan 3.101 lembar upal, dua alat pendeteksi uang dan empat buah Hand Phone (HP) jenis Nokia, Samsung dan Nepson.

“3.101 upal yang kita amankan terdiri dari 2.987 lembar pecahan 100 dolar US, 1 lembar pecahan 50 dolar US, 1 lembar pecahan 20 dolar US, 11 lembar pecahan 100 ribu dan 101 lembar uang mainan pecahan 100 ribu,” terangnya.

Rencananya, lanjut dia, upal yang di bawa tersangka S bin AT akan dijual ke Jakarta melalui penerbangan Kendari menuju Jakarta menggunakan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6725 . Namun, karena dinilai mencurigakan oleh petugas Avsec Bandar Udara HO Kendari, keberangkatannya ditunda.

“Upal ini disembunyikan di tas berwarna hitam milik tersangka yang ditutupi pakaian. Saat melewati pemeriksaan ekstrai petugas mencurigai barang yang di bawa tersangka. Berdasarkan hal itu, petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan ditemukan upal sebanyak 2.899 lembar pecahan 100 dolar US,” ungkapnya.

Dari hasil temuan tersebut, pihaknya kemudian kembali berhasil meringkus tersangka P bin D yang saat itu kebetulan mengantar tersangka ke bandara.

“Dari dua tersangka ini, pihaknya berhasil mengamankan upal sebanyak 2.899 lembar pecahan 100 dolar US yang jika di konversi ke rupiah senilai 4 miliar dan tiga buah HP jenis Nokia Samsung dan Nepson,” jelasnya.

Selanjutnya, dari hasil pemeriksaan dan pengembangan dua tersangka yang telah berhasil diamankan, pihaknya kembali berhasil meringkus satu tersangka lagi yakni S bin L di kediamannya di kompleks perumahan BTN Riski I Keluarahan Anggoeya Kecamatan Poasia Kota Kendari.

“Dari tersangka S bin L kita berhasil menemukan lagi upal dengan jumlah 88 lembar pecahan 100 dolar US, 1 lembar pecahan 50 dolar US, 1 lembar pecahan 20 dolar US, kemudian 11 lembar pecahan 100 ribu, 101 lembar uang mainan pecahan 100 ribu, dua alat deteksi uang dan satu buah Hp, saat dilakukan penggeledahan di dalam rumahnya,” beber Kombes Pol Wira Satya Triputra.

Dirkrimsus Polda Sultra ini juga menegaskan, pihaknya masih akan melakukan pengembangan dan pendalaman lebih lanjut terkait kemungkinan tersangka baru dari tiga tersangka yang kini telah diamankan di balik jeruji besi Polda Sultra.

“Tiga tersangka yang kita sudah amankan ini, di jerat dengan pasal 244 KUHP dan 245 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara subsider pasal 36 ayat 2 junto pasal 26 ayat 2 undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau denda 10 miliar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Minot Purwahono mengatakan BI akan menindaklanjuti penemuan uang palsu jika benar ditemukan di wilayah Sultra dan diragukan keasliannya.

Saat menemukan uang yang diduga palsu, masyarakat dihimbau untuk segera melaporkan ke perbankan maupun ke pihak kepolisian. Selanjutnya perbankan melakukan verifikasi ke Bank Indonesia.
“Uang palsu bisa beredar dimanapun, karena ada oknum-oknum yang sengaja mengedarkan uang palsu tersebut,” ujar Minot ditemui di Kantor BPS Sultra usai menghadiri rilis berita resmi statistik, Jumat (5/5) .

Minot mengatakan jumlah uang tidak asli (palsu) yang beredar belum diketahui BI. Namun, untuk menghindari peredaran uang palsu, BI senantiasa terus memantau dan bekerja sama dengan semua pihak terkait. Apalagi saat ini sudah akan memasuki bulan Ramadhan.

Selain itu, ciri-ciri uang juga mudah diketahui, apalagi uang NKRI baru ini tingkat keamanannya yang semakin baik dan sulit ditiru.

“Kalau hasil print out bisa langsung ketahuan,” ujar dia. (cr5/lex)

To Top