Lingkar Sultra

Kantor Bupati dan DPRD Busel Disegel

Asmar/BKK
Massa Malige melakukan penyegelan terhadap kantor Bupati Busel, Kamis (4/5).

BATAUGA, BKK- Kualisi dua lembaga mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa lintas gerakan (Malige) dan gerakan mahasiswa Buton Selatan (Busel) menggelar aksi unjuk rasa dikantor Bupati dan DPR Busel, Kamis (4/5).

Aksi yang digelar pukul 11.00 wita itu menindak lanjuti dugaan kasus pemotongan dana bantuan siswa miskin (BSM) yang terjadi didaerah otonom baru itu.

Aksi yang sebelumnya berjalan damai berujung anarkis. bagaimana tidak, mereka memecahkan kaca dan puluhan pot bunga  hingga pada akhirnya menyegel kantor bupati dan DPRD.

Koordinator lapangan, Gio mengatakan penyegelan tersebut merupakan wujud kekesalan dua lembaga mahasiswa ini terhadap Bupati dan wakil rakyat itu. kata dia, pihaknya merasa gerah dengan kinerja dua lembaga daerah ini, yang terlalu keenakan menikmati fasilitas negara, sementara persoalan didaerah masih banyak yang belum terselesaikan.

“Beginilah pejabat daerah kita ini, menyelesaikan persoalan dan menerima aspirasi masyarakat, mereka malas tau. Namun ketika mereka diundang partai politik, mereka berbondong-bondong menghadiri hal itu, walaupun didaerah tetangga,” ungkapnya dengan dengan lantang sambil memegang mic.

Dijelaskan, dugaan pemotongan dana bantuan siswa ini sudah memakan waktu selama empat Bulan.

Sejak awal januari lalu hingga awal mei ini, Karo Pembangunan provinsi Sultra, yang saat ini menjabat sebagai pelaksana bupati di Busel itu belum memberikan kejelasan atas persoalan tersebut.

“Kami duga ada persekongkolan jahat antara Kadis Pendidikan Busel dan seluruh kepala sekolah yang terlibat, sehingga persoalan ini tidak bisa dituntaskan. jangan anggap kami hanya terus diam, Ini akan menjadi bagiaan dari pengawasan kami, dari masyarakat khususnya pemuda Buton Selatan” tandasnya.

Sekedar diketahui, aksi yang memakan waktu dua jam ini menuntut pencopotan jabatan seluruh kepala sekolah  dan kadis pendidikan yang dianggap telah menyalahgunakan gunakan wewenangnya.

Hingga berita ini dinaikan belum ada komentar resmi dari Sekretariat Kabupaten Busel terkait penyegelan kantor bupati yang dilakukan pendemo.(p14/lex)

To Top