Headline

Astaghfirullah… Dua Warga Poleang Duel Pakai Parang

Salah satu pelaku duel, Tawile, saat diamankan aparat kepolisian setelah terjadi duel

RUMBIA, BKK – Kasus penganiayaan berupa pembunuhan kembali terjadi diwilayah Bombana,  tepatnya di Desa Rompu-Rompu Kecamatan Poleang Utara.

Mereka adalah, Tawile (50) dan Timin (44) warga yang tercatat sebagai penduduk di desa Rompu-Rompu tersebut.

Keduanya menggelar aksi duel dengan senjata tajam jenis parang sebelum akhirnya merenggut nyawa.

Peristiwa tragis ini terjadi pada, Kamis (4/5) sekitar pukul 08.00 Wita.

Belum diketahui secara pasti apa motif terjajinya duel antara dua warga Rompu-Rompu ini, namun akibat terjadinya duel maut tersebut, satu dari dua warga bernama, Timin tewas ditempat dalam kondisi usus terburai.

Sementara, Tawile hanya mengalami luka ringan dibagian kepalanya. Kapolsek Poleang Timur IPTU Muh Nur Sultan SH menjelaskan, kronologis terjadinya duel antara dua warga ini terjadi kala keduanya bertemu di salah satu ladang yang ada di desa itu.

“Saat keduanya bertemu di kebun, korban bertanya kepada pelaku kalau dia (pelaku) dari menjual nilam sambil menampar dan memarangi pelaku pada bagian atas kepala. Tak terima dengan perlakuan korban, pelaku kemudian mencabut parang miliknya hingga duel antara kedua warga ini tak terhindarkan,” kata Nur Sultan yang dikonfirmasi beberapa jam setelah kejadian itu.

Korban yang tidak sanggup menangkis balasan pelaku kemudian, tersungkur jatuh setelah mengalami luka robek disekujur tubuhnya karena dicincang oleh pelaku.

“Mendapat perlakuan tidak wajar dari korban pelaku langsung memarangi korban berkali-kali sehingga korban terjatuh ditanah dan pelaku kembali memarangi korban hingga mengalami luka robek pada leher, punggung sebelah kiri, luka robek pada bagian perut, sehingga usus keluar,” beber Sultan.

Selanjutnya, tambah Sultan korban juga mengalami luka pada bagian paha sebelah kanan. Akibat mengalami luka parah disekujur tubuhnya, korban meninggal dunia di tempat kejadian.

“Setelah kami mendapat laporan dari warga atas insiden ini, kami langsung bergerak mencari pelaku,  alhasil satu jam kemudian kami berhasil meringkus pelaku di kediamannya,” tuturnya.

Kini pelaku sedang mendekam disel tahanan Mapolsek setempat untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Atas kasus ini, pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman pidana kurungan maksimal 15 tahun penjara. (r2/lex)

To Top