Beranda

Seorang Pelajar Ketahuan Isap Tembakau Gorila

KENDARI, BKK– Kasus tembakau gorila kembali ditemukan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Kendari awal 2017. Ironinya, pengguna tercatat sebagai pelajar.

Kepala BNNK Kendari Murniaty mengatakan, itu kasus pertama tahun ini.

“Sedangkan di 2016 lalu kalangan pelajar yang poisitif mengunakan tembakau gorila sebanyak 3 orang,” bebernya, Rabu (3/5).

Ditegaskan, tembakau gorila sangat berbahaya.

“Satu kali isapan saja, pengguna langsung pingsang selama 6-9 jam,” ungkapnya.

Menyusul kondisi ini, Murniaty menyebut, pihaknya terus mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah pengguna tembakau gorila di kalangan pelajar, salah satunya melakukan sosialisasi yang melibatkan seluruh kepala sekolah (kepsek) dan guru.

“Kami harap dengan begitu pengguna tembakau gorila di kalangan pelajar dapat terhindarkan,” ujarnya.

Menurut dia, tembakau gorila diyakini tidak hanya bereder di Kota Kendari melainkan sudah sejazirah Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Kami sudah menjalin kerja sama dengan dengan guru-guru, sehingga jika ada siswa yang berperilaku menyimpang, maka gurunya yang langsung membawa ke kami. Ternyata setelah kita lakukan asesmen, siswa tersebut sudah memakai tembakau gorila,” paparnya.

Rata-rata kalangan pelajar yang menggunakan tembakau gorila masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

“Rata-rata mereka (pemakai) memesan secara online dengan harga Rp 50 ribu per batangnya,” bebernya.

Masih kata dia, dampak mengkonsumsi tembakau gorila ini sebenarnya lebih parah dibandingkan sabu-sabu dan golongan narkotika zat lainnya.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga kota khususnya para pelajar untuk berhati-hati dengan tembakau gorila ini,” tambahnya. (cr6/iis)

To Top